Showing posts with label ham in outerspace. Show all posts
Showing posts with label ham in outerspace. Show all posts

Sunday, 13 January 2013

Mars One


Ham Radio in outer space .....  


Di e‐QSP edisi Oktober 2012 kemarin sekilas disebut ten‐ tang Mars One, yang telah menunjuk  angkasawan negri jiran Dr. Sheikh Muszaphar 9W2MUS sebagai duta mereka.
Digagas sejak Juni 2012, Yayasan (Stichting) nir‐laba yang dimotori wiraswastawan Belanda Bas Lansdorp ini resmi didirikan di awal Oktober 2012. Mars One berrencana untuk meluncurkan serangkaian missi robotic (TANPA awak)   selama tahun‐tahun 2016 — 2020 untuk mem‐ bangun kawasan laik huni (habitable outposts) di daratan planet yang juga dikenal dengan sebutan Planet Merah (the Red Planet) itu.

[Gambaran artist:] Kalau semua berjalan sesuai rencana empat orang antariksawan pertama akan mendarat di planet Mars pada tahun 2023, dan akan tinggal di shelters modifikasian kapsul Dragon yang disiap- kan missi-missi robotic (TANPA AWAK) di tahun-tahun 2016-2020.
CREDIT: Mars One/Bryan Versteeg

Tahapan‐tahapan missi
Empat orang antariksawan pioneers pertama dijadwalkan untuk menjejakkan kaki di Mars pada tahun 2023, sesu‐ dah melewatkan penerbangan selama 7 bulan dari Bumi. Missi pengiriman “manusia Bumi” yang pertama ini akan diikuti missi‐missi berikutnya dengan selang waktu 2 ta‐ hun di antara tiap missi, sehingga diharapkan di tahun 2033 akan ada sekitar lebih dari 20 orang pioneers yang hidup, tinggal dan bekerja di Mars.
Sampai saat tulisan ini diturunkan, TIDAK ADA rencana (plan) untuk memulangkan kembali para pionir tersebut ke Bumi. Mungkin inilah yang tersirat dalam ungkapan “one way ticket” (tiket sekali jalan) pada pernyataan Dr. Sheikh sewaktu menyikapi penunjukannya sebagai duta Mars One: ”... If I’m given a chance to go to Mars, even on a one‐way ticket, I would do it in a heartbeat. I believe Man will soon go to the red planet, and even build a col‐ ony there."


Jadwal kronologis:
 2013:  seleksi  pendahuluan  dan  rekruitmen  bagi  40 orang calon ”antariksawan Mars” dimulai.  Pada tahap ini replika shelter hunian bagi para pendatang pertama di Planet Mars tersebut harus sudah dibuat dan bisa digunakan sebagai bagian dari sarana pelatihan.
 2014: satelit komunikasi sebagai penunjang pengoperasian berbagai missi diluncurkan ke orbit Mars.
 2016 (Januari): Missi lojistik pertama diluncurkan de‐ ngan membawa +/‐ 2.500 kg kargo dengan mengguna‐ kan versi modifikasian dari kapsul Dragon (buatan SpaceX) yang berdiameter 5 mtr/16 ft.
[Sebagai “Plan B” seandainya Dragon versi Ф 5 mtr ini belum siap pada waktunya maka akan digunakan versi terdahulu   dengan Ф 3.8 mtr/12 ft. Kalau opsi inipun gagal maka missi lojistik ini terpaksa harus ditunda selama DUA tahun].
 2018: Wahana penjelajah (= rover semacam Curiosity) didaratkan di Mars untuk mencari kawasan yang cocok untuk  dikembangkan  sebagai  kawasan  pemukiman/settlement.
 2021: Enam kapsul Dragon tambahan dan setidaknya sebuah rover lain didaratkan di Mars. Masing‐masing dua unit dari keenam kapsul Dragon tersebut akan difungsikan sebagai unit hunian (living units), unit pe‐ nunjang kehidupan (life support units, yang berisi sis‐ tim pembangkit listrik, pengolah air dan udara untuk
bernafas/breathable air yang memanfaatkan sumbersumber energi “lokal”) serta unit pergudangan/storage
{supply units)
 Akhir  2022:  dengan  roket  pendorong  Falcon  Heavy (buatan SpaceX) kapsul Dragon yang membawa empat orang pioneers diberangkatkan untuk penerbangan selama tujuh bulan ke Mars.
 2023: Empat orang pioneers Mars pertama sampai di Mars.
 2025/2027/2029  …:  Rombongan pioneers berikutnya diberangkatkan dengan selang 2 tahun, sehingga pada
 2033:  Pemukiman/settlement  di Mars sudah bisa dihuni 20 mukimin/pemukim generasi pertama.

Teknologi
Penjajagan telah dilakukan untuk memilih dan menentukan pemasok bagi berbagai komponen utama bagi missi ke Mars ini, yang antara lain meliputi:

Roket peluncur
Kandidat utama adalah Falcon Heavy (FH),   yang merupakan pengembangan dari Falcon 9, roket peluncur wahana angkasa yang dikembangkan, dirancang dan dibuat oleh   SpaceX. [bulan Mei 2012 Falcon 9 terbukti sukses mengantarkan  kapsul  Dragon  yang  membawa  0.5  ton lojistik ke ISS, lihat lagi hal. 6, e‐QSP Vol. I, Mei 2012].
FH nantinya akan menggunakan bahan bakar oksigen cair (LOX)  dan  RP‐1  (rocket‐grade  kerosene/minyak  tanah) pada  mesin  pendorong  Merlin  1D  yang  juga  buatan SpaceX  sendiri.  Beberapa  variant  akan  dikembangkan untuk  aplikasi  yang  berbeda,  a.l.  dengan     payloads 53,000  Kg/120,000  lbs  untuk  menempatkan  berbagai wahana angkasa ke LEO (low Earth orbit), atau dengan
payloads 12,000 Kg/26,000 lbs untuk penerbangan GTO/ geo‐stationary transfer orbit.

Mars Transit Vehicle (MTV) — wahana angkutan antar  planet (interplanetary spacecraft) yang akan digunakan untuk mengangkut awak missi ke Mars.
MTV  dirancang untuk dirakit di dan diberangkatkan dari assembling plant yang berada   di orbit Bumi (low earth orbit), dan terdiri dari dua modules: Transit Living Mo‐ dule/TLM  (yang  akan  ditinggalkan  sebelum  memasuki orbit Mars) dan modul pendarat (= "Human Lander"). Kandidat  utama  pemasok  TLM  adalah  Thales  Alenia Space.

[Gambaran artis] - SpaceX’ Dragon space capsule mendarat di permu- kaan Mars.   Dragon dipersiapkan baik sebagai kapsul nir-awak pem- bawa kargo maupun sebagai wahana pengangkut para awak missi.
CREDIT: SpaceX

Sistim satelit komunikasi 
yang berfungsi sebagai seta‐ siun pancar ulang bagi sinyal video, suara dan data di antara setasiun‐setasiun (baik yang bergerak maupun yang stasioner) di permukaan Mars dengan Bumi. Kandi‐ dat utama pemasok sistim satelit komunikasi adalah Sur‐ rey Satellite Technology.

Modul‐modul Pendarat
Seperti disebutkan di depan Mars One akan menggunakan variant berdiameter 5 mt/16 ft dari kapsul Dragon yang mempunyai volume sekitar 25 mtr kubik. Modifikasi sebagai Life Support Unit akan dilakukan  (dan dipasok) oleh Paragon Space Development; sedangkan Living Unit yang dirancang untuk dapat memberikan kondisi nyaman (dan aman) huni bagi manusia dipasok oleh ILC Dover (lihat catatan pada Mars Suit di bawah).
Modul pendarat lainnya adalah Human Lander – unit pendaratan yang men”darat”kan (dari MTV) manusia ke permukaan  Mars;  Rover  Lander  –  unit  pembawa  dua buah Rovers (penjelajah) yang dirancang untuk dapat bermanuver dalam radius 80 Km/50 miles yang dipasok oleh Astrobotic Technology.
Komponen vital lain adalah Mars Suit — baju bertekanan (pressurized) yang akan dipakai para mukimin (pemukim di) Mars sewaktu berada di luar modul hunian (Living unit) untuk beraktifitas di lingkungan yang dipenuhi per‐ alatan dan material konstruksi yang serba berat, serta melindungi mereka dari paparan hawa dingin, tekanan rendah dan gas berracun di atmosfir Mars.
Kandidat  pemasok  baju  istimewa  ini  adalah  ILC  Dover dari Frederica, Delaware, yang selama ini dikenal sebagai pemasok baju bagi astronot NASA pada program Appolo (termasuk baju yang dipakai Neil Armstrong dan Buzz Aldrin  waktu  “jalan‐jalan”  di  permukaan  Bulan),  pada missi‐missi EVA (extra‐vehicular activity) dari ISS dll.

Harga yang harus dibayar.
Mars One memperkirakan akan diperlukan dana sekitar enam milyar US Dollars bagi upaya mendaratkan manusia pertama di Mars tersebut.


Di lain fihak, milyarder muda Elon Musk (kelahiran Pretoria, Afsel 28 Juni 1971), CEO dan Chief De‐ signer SpaceX, pema‐ sok NASA dengan kapsul cargo Dragon (dan roket pendorong Falcon) sudah melangkah dengan pemikiran yang lebih jauh ke depan lagi dengan membuat “itung‐itungan”nya sendiri.
Alih‐alih sekedar “ikut bicara” tentang eksekusi program Mars  One,  pada  paparan  di  depan  Royal Aeronautical Society/Masyarakat Aeronautikal Kerajaan (Inggris) pada 16 November 2012 di London Musk menegaskan ambisi dan tekadnya untuk (berperan aktip dalam upaya) mem‐ bangun koloni/settlement bagi 80,000 orang “emigran” dari Bumi, yang nantinya cukup membayar 500,000 US Dollars/orang (setara dengan harga rumah kelas sedang di California saat ini) sebagai ongkos (harga) tiket wahana angkutan layaknya ferry yang menerbangkan mereka ke koloni/pemukiman baru di planet Mars.
Gagasan   untuk   mem‐bangun‐kembang‐kan   koloni   di Mars ini antara lain didasari kenyataan bahwa pada saat ini Planet Bumi ini sudah dihuni sekitar 7 milyar manusia, dan dengan angka pertumbuhan penduduk yang diper‐ caya berlaku sekarang angka populasi maksimal (sesuai dengan daya dukung Bumi sebagai tempat hunian) 10 milyar akan dicapai pada tahun 2083 (70 tahun lagi). 
Dengan  laju  berkurangnya  daya  dukung  Bumi  sebagai tempat hunian yang layak (a.l. dengan berkurang atau habisnya  lahan  (untuk)  pemukiman,  lahan  pertanian, sumber energi, dampak negatip pemanasan global   dll.) seperti yang bisa diamati sekarang maka masa dimana Bumi  bukan lagi merupakan lahan yang nikmat huni ten‐ tunya akan lebih cepat (dari 70 tahun) lagi datangnya. 
Dengan  mempertimbangkan  laju  kemajuan  di  bidang teknologi  konstruksi  dan  penerbangan  antariksa  yang nantinya  memungkinkan  pembangunan  koloni  di  Mars tersebut, Musk mengambil angka jumlah penduduk Bumi 8  milyar  sebagai  dasar  “itung‐itungan”nya:  kalau  saja 1 dari 100,000 orang di antaranya bersedia untuk bermigrasi ke Mars maka akan didapatkan angka 80,000 migrants yang disebutkan di depan.
Musk yang mengharapkan program “kolonisasi” Mars ini nantinya akan jadi proyek bersama antara Negara (atau gabungan  Negara)  dan  fihak  swasta  memproyeksikan angka 36 milyar US Dollars  bagi pembiayaan proyek ini. Mengambil AS sebagai contoh, dia sampai pada angka tersebut  dengan  memperkirakan  bahwa  proposal  bagi pembangunan koloni di Mars yang menelan biaya 0.25% dari PDB/produk domestik bruto (= GDP/gross domestic product) sebuah negara masih akan mudah untuk bisa
diterima dan disetujui masing‐masing Pemerintahan.
PDB Amerika Serikat tahun 2010 adalah 14.5 trilyun US Dollars, thus 0.25% nya adalah angka 36 milyar US Dollars  yang  disebutkannya  tadi  (kalau  80,000  migrants tersebut membayar 500,000 USD/orang maka bisa diperkirakan akan terkumpul angka 40 milyar US Dollars)
"Some money has to be spent on establishing a base on Mars. It’s about getting the basic fundamentals in place, ... a self‐sustaining civilization and grow it into something really BIG. ... (Indeed) it took a significant expense to get things started, but once there are regular Mars flights, you can get the cost down to half a million dollars for someone to move to Mars. Then I think there are enough people who would buy that to have it be a reasonable business case." kata Musk.

Dari sinilah bisa dirunut jalan fikiran Musk: Harga “tiket” tersebut harus cukup murah/terbeli bagi mereka dengan rentang usia empat puluhan dan berasal dari negeri‐ negeri maju … yang identik dengan usia produktip, ber‐ fikiran maju dan siap menghadapi tantangan !!!
Dari  sisi    tehnis  Musk  juga  sudah  memikirkan  bahwa teknologi Falcon Heavy dan Dragon tidak lagi dapat men‐ dukung penerbangan ferry untuk membawa para imigran masa  depan  tersebut,  dan  karenanya  SAAT  INI  sudah mengembangkan dan menguji coba prototype roket pen‐ dorong wahana angkutan berukuran besar (= huge MCT/ Mass Cargo Transport atau Mars Colony Transport) ber‐ bahan bakar gabungan oksigen cair/LOX dan methane. Prototype  roket  berkemampuan  VERTOL  (vertical  take off and landing) yang dinamai Grasshopper (= belalang) tersebut  menggunakan  tingkat  pertama  dari  Falcon  9, sedangkan untuk menggantikan mesin Merlin 1D sudah disiapkan  prototype  dari  Raptor  berteknologi  staged combustion engine, yang merupakan pengembangan dari tehnologi  yang  pernah  dipakai pada  space  shuttle  STS series, yang diperkirakan akan jauh lebih efisien ketim‐ bang tehnogi Merlin 1D.
Di samping “paling murah”, methane (yang pada saat sumber energi fosil penghasil minyak tanah sudah berkurang atau malah sudah habis) harganya akan jauh lebih murah dan lebih mudah didapat, juga lebih aman dan lebih mudah ditangani ketimbang Hidrogin yang umum digunakan sekarang (yang memerlukan penyim‐ panan  pada  suhu  cryogenic  —  di bawah titik  beku  — membuat logam mudah rapuh/getas dan sangat mudah terbakar) ■

Untuk proyek MARS-One SpaceX mengembangkan roket Falcon Heavy (FH) dari Falcon 9 v1.0 (kiri) yang lebih dulu sudah dikembang- kan jadi Falcon 9 v1.1 (tengah).

FH direncanakan pertama kali di-uji-luncur-kan dari Vandenberg Air Force Base di California (2013) walaupun pada missi sebenarnya nanti akan diluncurkan dari Cape Kennedy/Tanjung Canaveral.
[Sebagai perbandingan, Falcon 9 v1.0 yang pada Mei 2012 berhasil mengantarkan kapsul cargo DRAGON ke ISS tingginya 48,1 mtr, se- dangkan Falcon 9 v1.1 dan FH tingginya 69,2 mtr.
Seperti terlihat pada gambar di atas FH men”cangkok”kan dua buah tingkat pertama (first stages) Falcon 9 di kedua sisinya.]

Soyuz TMA-05M Lands in Kazakhstan (Expedition 33 returned home)


Ham Radio in outer space .....   

Soyuz TMA-05M Lands in Kazakhstan (Expedition 33 returned home)
 Source: NASA HQ; Posted Sunday, November 18, 2012


Komandan Ekspedisi 33 YL Sunita Wlliams KD5PLB  difoto  segera sesudah turun dari kapsul pendarat Soyuz TMA 05M
Dokumentasi: ROSCOSMOS

Seperti  juga  ekspedisi-ekspedisi  terdahulu,  wahana Soyuz TMA-05M yang membawa pulang awak Ekspe- disi  33  (yang  terdiri  dari  Komandan  Sunny Williams KD5PLB serta Flight engineers Yuri Malelenko RK3DUP dan  Akihiko  Hoshide  KE5DNI)  mendarat  di  steppa (padang  rumput)  di  timur  laut  kota  kecil  Arkalyk  di Kazakhstan pada jam 08:56 p.m. EST (07:56 pagi hari Senin 12 November 2012 waktu Kazakhstan). Kembalinya  Sunita,  Hoshide  dan  Malenchenko  ini mengakhiri masa 127 hari sejak peluncuran ketiganya dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan pada July 15, 2012, termasuk 125 hari masa hunian mereka di ISS. Sebelum bertolak balik ke Bumi mereka bertiga meng- gelar acara perpisahan dengan Kevin Ford KF5GPP, Evgeny Tarelkin dan Oleg Novitskiy yang meneruskan tinggal di ISS sebagai Ekspedisi 34 dengan Kevin sebagai Komandannya.

Mengakhiri Ekspedisi 33 ini Sunita Williams mencatat jumlah total 322 hari di antariksa (dengan 2x “masa hunian” di ISS). Sebelum ini Sunny pernah bertugas sebagai flight engineer pada Ekspedisi 14/15 (9 De- sember 2006 s/d 22 Juni 2007), dan selama karirnya sebagai angkasawati telah melakukan “jalan-jalan di angkasa” (spacewalk) selama 50 jam 40 menit, terma- suk 3x selama Ekspedisi  32/33.
Bagi astronaut JAXA/Japan Aerospace Exploration Agency  Akihiko  Hoshide,  ini  adalah  kunjungan keduanya ke ISS, setelah sebelumnya (2008) sebagai mission specialist STS-124 pada wahana angkasa Dis- covery ikut dalam proses serah terima dan instalasi modul bertekanan Kibo (buatan JAXA) di ISS, sedang- kan Komandan Soyus Yuri Malenchenko mencatat 642 hari di antariksa, yang menempatkannya sebagai pe- megang rekor nomor 7 dalam daftar “ketahanan hidup/life endurance” di lingkungan tanpa bobot (zero gravity) selama di ISS.
Malenchenko meng”angkasa” pertama kalinya di ta- hun 1994 sebagai awak stasiun angkasa Mir (= Peace) dan sudah 4x menghuni ISS.
Tiga awak Ekspedisi 34 lainnya yang terdiri dari Tom Marshburn (NASA),   Chris Hadfield (CSA/Canadian Space Agency) dan   Roman Romanenko (Roscosmos) menyusul pada 19 Desember 2012, untuk tinggal se- lama 5 bulan di ISS.
Hadfield nantinya akan menjadi angkasawan Canada pertama yang menjadi Komandan Ekspedisi (# 35) di ISS sewaktu Ford, Novitskiy and Tarelkin kembali ke Bumi pada Maret 2013 ■

Ham Radio in outer space .....


Ham Radio in outer space .....   

Pengantar:
Bagi pembaca yang jeli, SELALU disebutkannya call signs para astronaut dan kosmonot awak berbagai Expeditions ke ISS/International Space Station di kolom ini (termasuk “angkasawan” Malaysia 9W2MUS yang “bareng‐bareng terbang” bersama Expedition 16 ‐ lihat e‐QSP Vol.II.03 edisi OCT 2012) tentu akan menimbulkan pertanyaan, apakah ini suatu kebetulan belaka, ataukah ini memang sesuatu yang sudah dipersiapkan dengan matang sejak beberapa waktu sebelumnya. Tabel berikut ‐ yang disunting dari laman www.ariss.rac.ca/ariscrew.html (aslinya dari situs ARISS Russia, edisi bahasa Inggrisnya difasilitasi oleh RAC/Radio Amateur of Canada) menyiratkan bahwa semua ini memang sudah dipersiapkan JAUH‐JAUH HARI sebelumnya, dan bahkan sudah mencakup 3‐4 tahun ke depan sebagai persiapan bagi Misi “setahun di ISS” di tahun 2015‐2016 y.a.d. [Ed.]



Catatan:
1.  Sebuah Ekspedisi biasanya terdiri dari 3 orang awak (Commander + 2 Flight Engineers = Komandan + 2 Juru Tera {Mal.]). Para awak ini tersebut bisa diberangkatkan sebagai sebuah Tim utuh, bisa juga sebagian diterbangkan lebih dulu menggantikan sebagian dari Ekspedisi terdahulu sehingga terjadi overlap seperti terlihat pada Tabel di atas..
2.  Pada Tabel di atas nama‐nama mereka yang pernah lebih dari sekali menghuni ISS di ditulis dengan huruf merah.
*)  [Update 26 November 2012]
Pada rilis yang diunggah ke laman SpaceRef Daily Newsletter NASA mengumumkan bahwa NASA, Roscosmos (Agensi Ruang Angkasa Federasi Russia/the Russian Federal Space Agency) berserta mitra antarbangsa mereka telah memilih dua orang antariksawan veteran bagi sebuah missi untuk perjalanan ke (dan menghuni) ISS selama satu tahun pada 2015—2016
NASA memilih Scott Kelly, lahir February 21, 1964 di Orange, NJ, sedangkan Roscosmos memilih Mikhail Kornienko RN3BF, lahir April 15, 1960 di Syzran, Kuibyshev (lihat foto berikut).
Tidak tercantum pada Tabel di atas adalah sebelum menjadi Komandan pada Ekspedisi 25 Kelly juga disiapkan sebagai back‐up crew bagi Kornienko yang saat itu menjadi Flight Engineer pada Ekspedisi 23/24.

Astronaut Scott  J  Kelly  dan kosmonot Mikhail  Kornienko  RN3BF, calon awak Missi “setahun di ISS” di tahun 2015-2016.

Seperti juga ekspedisi‐ekspedisi sebelumnya, Kelly dan Kornienko akan diluncurkan dengan wahana Soyuz dari Kos‐ modrom Baikonur di Kazakhstan pada musim semi 2015, dan akan kembali ke bumi (juga di kawasan Kazakhstan) pada musim semi berikutnya di tahun 2016.
Missi jangka panjang di Laboratorium orbital tersebut adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik bagaimana tubuh manusia berreaksi (untuk kemudian beradaptasi) dengan lingkungan yang tidak ramah dan “keras” (dalam konotasi “nyaris tak tertahankan/difficult to endure”) di antariksa sana.
Data yang terkumpul dari missi 12 bulan ini akan sangat membantu proses evaluasi kinerja, kondisi kesehatan fisik maupun emosi para antariksawan, dan akan menentukan langkah‐langkah pencegahan maupun antisipasi yang lebih baik dalam mengurangi resiko terkait eksplorasi ruang angkasa di masa depan, termasuk pada berbagai upaya meretas jalan bagi  berbagai missi penerbangan berawak ke orbit bulan, kemudian ke salah satu asteroid, yang akan dipuncaki dengan missi penerbangan berawak ke planet Mars.**)
Selama 12 tahun keberadaan para antariksawan dari berbagai bangsa dan negara di ISS, para ilmuwan dan peneliti telah  mendapatkan  berbagai  data yang bahkan seringkali mengejutkan  tentang dampak gravitasi mikro pada kepadatan tulang, massa otot dan lain‐lain aspek fisiologis manusia, dan dengan missi satu tahun ini diharapkan dapat diperoleh hasil analisis yang jauh lebih rinci tentang dampak samping kecenderungan fisiologis tersebut serta dapat dirumuskan langkah‐langkah antisipasinya.
Kelly dan Kornienko akan mengawali program pelatihan selama dua tahun di Amerika, Russia dan negeri‐negeri mitra lainnya di awal 1213 ■



Saturday, 1 December 2012

9W2MUS “Angkasawan” pertama dari kawasan ASEAN

Ham Radio in outer space .....

Dr Sheikh Muszaphar Shukor 9W2MUS
“Angkasawan” pertama dari kawasan ASEAN

5 TAHUN YANG LALU, pada tnggal 10 Oktober 2007 Sheikh Muszaphar Shukor 9W2MUS (bersama Peggy Whitson KC5ZTD dan Yuri Malenchenk o RK3DUP) sebagai awak Expedition 16 dengan meng gunakan wahana angkasa Soyus TMA-11 berangkat meninggalkan landasan peluncuran kosmodrom Baikonur menuju stasiun angkasa antarbangsa ISS. Peluncuran ini membuatnya menjadi putra bangsa ke- banggaan kerajaan dan rakyat Malaysia, sebagai ang- kasawan   (istilah   Malaysia   untuk   astronaut)   dan AMATIR  RADIO  pertama  dari  kawasan  ASEAN  yang “berjaya”  melewati  berbagai  ujian  untuk  memenangi kwalifikasi  sebagai  astronaut/kosmonot  sesuai  stan- dard (yang berlaku) antarbangsa.
Muszaphar (atau yang akrab dengan panggilan Amus di lingkungan kerabat dan sobih dekatnya) “menghuni” ISS selama 9 hari (dari total nyaris 11 hari di ruang angkasa), dan kembali ke Bumi pada 21 October 2007 dengan Soyuz TMA-10 bersama 2 orang awak Expedition 15 yang memang sudah waktunya untuk “aplusan”.

Sheikh Muszaphar memanfaatkan kondisi Zero-G dalam kabin ISS untuk berpose a’la Superman ber”jubah” bendera Malaysia.

Datuk Dr Sheikh Muszaphar Shukor 9W2MUS yang berdarah Arab-Minang-Melayu (lahir di KL, 27 July 1972) adalah Dokter spesialis bedah ortopedi lulusan Fakultas Kedokteran Universiti Kebangsaan Malaysia.
Gelar S1-Kedokteran diambilnya di Kasturba Medical College, Manipal, India sesudah menamatkan SLTA-nya di Maktab Rendah Sains MARA di Muar (dekat KL, ibu kota Malaysia).
Sebagai Dokter di tahun 1998 Sheikh Muszaphar bertu- gas di Rumah Sakit   Seremban, sebelum kemudian pin- dah ke  RSU Kuala Lumpur di tahun 1999, yang berlanjut ke RS Selayang (2000 - 2001).

Jadi “Angkasawan”
Pengiriman  astronot  Malaysia  ke  angkasa  luar    merupakan bagian dari skema “imbal balik” paket pembelian 18 buah pesawat tempur Sukhoi Su-30 MKM dari Russia oleh pemerintah kerajaan Malaysia pada tahun 2003.
Pada  awal 2006 Sheikh Muszaphar dan tiga orang lainnya berhasil lolos dari penyaringan yang meliputi kelayakan akademik, ketahanan fisik, emosi, dan mental yang dilakukan “Jawatankuasa  Pemilihan Angkasawan”  fihak Russia (Roscosmos), yang diikuti oleh tidak kurang dari
11.275 pendaftar. Empat orang calon yang terpilih terse- but diikutkan dalam diklat bagi calon kosmonot di Ga- garin (d/h Star) City, Russia.
Selesai menjalani 18 bulan pelatihan Sheikh Muszaphar ditetapkan sebagai calon kosmonot utama, dengan Faiz Khaleed (juga seorang Dokter) sebagai cadangan.
Pada bulan Juni 2007 ia juga menjalani pelatihan tam- bahan untuk memenuhi kwalifikasi sebagai astronaut NASA di Johnson Space Center, sebelum akhirnya  pada 17 September 2007 resmi diumumkan bahwa Sheikh Muszaphar akan mengangkasa dengan Soyuz TMA-11 sebagai space flight participant*) pada Expedition 16.

*) Dalam   dokumen   berbahasa   Inggris   yang   dirilis   fihak Roscosmos/Russian Federal Space Agency maupun NASA, serta pada berbagai briefing dengan media  keikut sertaan dan peran Sheikh Muszaphar pada penerbangan Ekspedisi 16 tersebut disebut dengan istilah  spaceflight participant. Betapapun,  berbicara  di  depan  media  Malaysia,  Dubes Russia  untuk  Malaysia  Alexander  Karchava  menegaskan bahwa Sheikh Muszaphar “is a "fully-fledged cosmonaut".Demikian  juga  pada  kesempatan  lain  pada  wawancara dengan media Malaysia Robert Gibson yang mantan astronaut NASA menyatakan bahwa Sheikh Muszaphar adalah “fully qualified as an astronaut”, dan karenanya seharusnya disebut seperti itu.

Penerbangan ke angkasa luar (= angkasa lepas [Mal.]) 
Pada pukul 13:22 UTC, Rabu 10 Oktober 2007 wahana angkasa   Soyuz   TMA-11   yang   membawa   Komandan Ekspedisi  16  Peggy  A.  Whitson,  Flight  Engineer  Yuri Malenchenko dan Sheikh Muszaphar meluncur dengan mulus menuju ISS.
Sebagai dokter, selama di ISS Sheikh Muszaphar melaku- kan berbagai percobaan di bidang medis, a.l. karakter- istik  dan perkembangan  sel-sel  sirosis/kanker  hati  dan leukemia serta kristalisasi berbagai protein dan mikroba pada gravitasi rendah.

Eksperimen yang berhubungan dengan kanker hati, leuke- mia dan mikroba akan menguntungkan ilmu pengetahuan dan penelitian kedokteran secara umum, sedangkan per- cobaan  kristalisasi protein, dalam hal ini lipase akan ber- dampak langsung bagi dunia industri Malaysia.
Lipase adalah enzim protein yang digunakan dalam pem- buatan berbagai produk dari  tekstil hingga kosmetik, dan peluang menumbuhkan lipase pada kondisi nir-gravitasi di ruang angkasa (untuk kemudian disimulasikan di Bumi) akan memberikan peluang bagi ilmuwan dan industriawan Malaysia untuk mengembangkan industri senilai RM 7.7mi atau sekitar Rp. 21 triliun.

Sesuai rencana, Sheikh Muszaphar berada di ISS selama 9 hari sebelum kembali ke bumi dengan wahana Soyuz TMA-10 yang melepaskan diri (undocked) dari ISS pada jam 07:14 UTC tanggal 21 Oktober. Proses deorbit (keluar dari orbit/garis edar mengelilingi Bumi) terjadi pada jam 09:47 UTC, saat wahana angkasa tersebut mulai mema- suki kembali (reentry) atmosfir Bumi.
Saat reentry inilah terjadi malfungsi  pada perangkat ken- dali penurunan (descent equipment) Soyuz, yang menye- babkan laju penurunan meningkat mendekati kecepatan hipersonik (yang membuat ketiga penumpangnya ter- dadah ke tekanan sebesar beberapa G yang nyaris fatal) dan pendaratan yang melenceng sejauh 340 KM dari sa- saran semula. Betapapun, mereka mendarat dengan se- lamat pada jam 10:36 UTC, atau sekitar 3 jam 23 menit sesudah undocking.

Pengalaman religius
Karena  Sheikh  Muszaphar  seorang  Muslim  dan  penerbangan   angkasa   luarnya   bertepatan   dengan   bulan Ramadhan, Majlis Fatwa Kebangsaan Kerajaan Malaysia berkepentingan untuk mengeluarkan fatwa yang dikemas dalam  buku  18  halaman  bertajuk  “Guidelines  for  Performing Islamic Rites at the International Space Station" atau “Garis Panduan (bagi) Pelaksanaan Ibadah di International Space Station ISS (Stesen Angkasa Antarbangsa)” yang  diterbitkan  dalam  bahasa  Melayu,  Inggris,  Russia dan Arab.



Buku ini memberikan panduan tentang tata cara sholat  di ling- kungan tanpa gravitasi, bagai- mana menentukan arah kiblat dari ISS, bagaimana menentukan waktu sholat, sampai bagaimana tatacara melaksanakan ibadah puasa.
[orbit ISS memutari Bumi menjadikan siklus satu hari (siang & malam) di ISS = 90 menit waktu Bumi, sehingga “subuh” dan “maghrib” waktu ISS tentunya tidak bisa diacu untuk menentukan jadwal puasa]

Walaupun Anan C. Mohd dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Department of Islamic Development) meng- ingatkan bahwa dengan syarat-syarat tertentu berpuasa bagi pejalan (musafir) hukumnya tidak wajib,   Sheikh Muszaphar sendiri berketetapan untuk tetap melakoni ibadah puasa sepenuhnya dengan mengambil waktu Baikonur (tempat peluncuran, yang diacu sebagai   tem- pat mengawali perjalanan) sebagai acuan penentu saat imsak dan berbuka puasanya.

Merayakan hari raya Idul Fitri 1429H di ruang angkasa, Sheikh Muszaphar mengawalinya dengan membawakan Takbir segera sesudah mengakhiri ibadah puasanya (lihat rekaman   videonya,   a.l.   di    http://www.youtube.com/ watch?v=R5OOiO5yeS4&feature=related )

Sebelum berangkat Amus juga sempat membekali diri dengan sate dan kue untuk dibagi-bagikan kepada ang- gota misi yang lain pada hari Raya Ied yang jatuh pada Sabtu, 13 Oktober 2007 itu .

[Catatan: Sheikh Muszaphar BUKAN Muslim pertama yang “meng-angkasa”, tapi sampai sekarang dia adalah satu-satunya Muslim yang sempat merayakan Idul Fitri “di atas” sana]

Pasca Penerbangan ke angkasa luar
Dengan wajah dan postur tubuh yang memang “laik jual” itu, sebelum jadi angkasawan pun Dr. Amus sudah dikenal sebagai model paruhwaktu di lingkungan media komersial dan fesyen Malaysia. Ditambah  tingkat inteligensia yang di atas rata-rata, semuanya menjadikan faktor keberuntungan yang sangat mendukung baginya dalam melakoni  sisi-sisi  positip  kehidupannya  sebagai  public figure (dan bagian dari dunia selebriti).
Sepulang  dari  penerbangan  angkasa  “lepas”nya  Seikh sohor sebagai pembicara dalam berbagai seminar dalam berbagai disiplin ilmu, serta motivator handal yang sering diundang kemana-mana di dalam dan luar Malaysia, termasuk di Indonesia (lihat foto berikut).
Dia juga menjadi Duta PBB untuk Perdamaian Dunia, penerima California Peace Award dan Award dari Majelis Shurah Islam Dunia (World Shurah Islamic Council).

MenRistek Kusmayanto Kadiman berbincang dengan angkasawan Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor saat peresmian Museum Astro- nomi Indonesia (MAI) di Kompleks Observatorium Bosscha Lembang, Bandung, Sabtu 15/12/2007.
Photo courtesy SM CyberNews/Setiady Dwie

Tahun 2012 ini   Dr. Sheikh (sebutannya di lingkungan akademik) ditunjuk sebagai Duta MARS One, proyek penerbangan  angkasa  luar  sebuah  Yayasan  swasta (Stichting) yang didirikan wiraswastawan Belanda Bas Lansdorp, yang merencanakan untuk membangun koloni manusia (Bumi) di planit Mars di tahun 2023.
Bersama  Dr.  Sheikh  dalam  proyek  yang  didirikan pada Juni 2012 ini bergabung juga Prof. Dr. Gerard 't Hooft, pemenang hadiah Nobel di bidang fisika.

Menanggapi keterlibatannya di Mars One Dr. Sheikh mengatakan “[Being in space] was for me simply unbe- lievable … I would do anything to go there again. If I’m given a chance to go to Mars, even on a one-way ticket, I would do it in a heartbeat. I believe Man will soon go to the red planet, and even build a colony there."

Berita terakhir di media Malaysia adalah niatan untuk mengangkat kisah petualangan Sheikh Muszaphar Shukor di angkasa luar dalam sebuah film yang disutradarai Imran Ismail, sutrada sohor di negeri jiran itu. Film bertajuk 'N01 – 10 Hari: 21 Jam: 14 Minit Di Pintu Ajal'  tersebut diharapkan bisa diputar di bioskop pada Maret 2013.

Mungkin proses reentry TMA-10 yang kurang mulus de- ngan resiko yang bisa berakibat fatal pada saat kembali ke Bumi 5 tahun yang lalu itu lah yang mengilhami kata “Di Pintu Ajal” pada judul film tersebut [Ed.].

Kehidupan pribadi
Pada 10 Oktober 2010 ( = 101010) dalam sebuah jamuan akbar — yang dihadiri a.l. kosmonot Alexei Leonov, kosmonita Valentina Tereshkova dan astronita Korea Seyeon Yi  —  Dr  Sheikh  Muszhamar  Shukor  resmi  menyunting Dr Halina Yusof bte Mohd Yunos (lahir 1981), dokter spesialis anesthesia di RS Selayang, yang sudah dikenalnya sejak tahun 2001 sewaktu mereka berdua bekerja di RS yang sama.
Pasangan Dokter spesialis ini telah diberkati seorang putri  yang mereka namai Sofia Isabella ■



Ekspedisi 33 bertolak ke ISS


Ham Radio in outer space ..... 

Ekspedisi 33 bertolak ke ISS
    
Bak lukisan abstrak, berbeda dari biasanya di e-QSP edisi ini pelun- curan awak Ekspedisi 33 digambarkan dengan jejak asap yang disem- burkan roket pendorong wahana Soyuz TMA-06M (foto diambil oleh awak Expedisi 33 yang sudah duluan berada di setasiun angkasa antarbangsa ISS).
Photo Credit: NASA ISS033-E-015386

Pada hari Selasa 23 Oktober 2012 4:51 p.m. waktu Kazakhstan (5:51 a.m. CDT = UTC — 6) wahana Soyus TMA-06M yang membawa tiga orang (sisa) awak Expe- dition 33 meluncur dari Kosmodrome Baikonur, Ka- zakhstan, untuk membawa mereka menyusul dan ber- gabung dengan awak ekspedisi yang sudah lebih dulu menghuni setasiun angkasa antarbangsa ISS.
Awak Expedition 33 yang berangkat kali ini terdiri dari Komandan Soyuz Oleg Novitskiy (Roscosmos) serta Flight Engineers Kevin Ford KF5GPP  (NASA) dan Ev- geny Tarelkin (Roscosmos), yang akan melengkapi Tim yang terdiri dari Komandan Ekspedisi YL Sunita Wil- liams  KD5PLB  serta  Flight  engineers Yuri  Malelenko RK3DUP dan Akihiko Hoshide KE5DNI.
(selepas “masa tugas” Expedition 33 pada per- tengahan November nanti Kevin Ford KF5GPP akan menjadi Komandan pada Expedition 34).

Dari ki-ka: Astronaut Kevin Ford KF5GPP, kosmonot Oleg Novitskiy dan Evgeny Tarelkin sesaat sesudah  sessi “ngepas/fitting”  baju angkasa (space suit) Sokol (buatan Russia) mereka.

Peggy A. Whitson KC5ZTD,
First Female ISS Commander (2007)
Sepanjang  14  tahun  sejarah  ISS,  di  samping  memegang rekor sebagai satu-satunya perempuan yang sempat 2x “menghuni” ISS, Sunita Williams KD5PLB yang berdarah India itu juga tercatat sebagai YL ISS Expedition Commander yang kedua, mengikuti kole- ganya sesama astro-NITA (“astronaut wanita”) dan amatir radio Peggy A.   Whitson KC5ZTD, yang boleh berbangga menjadi YL pertama yang menjadi Koman- dan Ekspedisi ISS. Bersama 2 orang crew Ekspedisi 16 yang lain Peggy lepas landas dengan wahana angkasa Soyus TMA-11 dari kosmodrom Baikonur pada 10 Oktober 2007.

Memperingati 5 tahun misi Expedition 16 di bulan Ok- tober 2012 ini Red. mengunduh dari galeri NASA foto yang diambil pada 28 Oktober 2007 berikut ini:

28 Oktober 2007: Astronita YL Peggy A. Whitson KC5ZTD - wanita pertama yang menjadi Komandan ISS pada Ekspedisi 16 - berpose santai di modul Quest Airlock dengan mission specialist Scott Parazyn- ski KC5RSY (kiri), dan flight engineer   Daniel Tani KD5DXE, selagi kedua astronoaut tersebut bersiap-siap mengenakan baju angkasa EMU (Extravehicular Mobility Unit) sebelum melakukan sessi EVA (Extravehicular activity — kegiatan DI LUAR pesawat) mereka yang kedua (dari total 5 sessi EVA yang dilakukan awak Ekspedisi 16).

Yang istimewa pada Expedition 16 ini adalah awaknya yang “full” amatir radio: Commander Peggy A. Whitson KC5ZTD, Flight Engineers Yuri Malenchenko RK3DUP, Clayton Anderson KD5PLA, Daniel M. Tani KD5DXE, Léopold Eyharts KE5FNO, dan Garrett E. Reisman KE5HAE serta “angkasawan” Malaysia Sheikh Mus- zaphar Shukor 9W2MUS (tidak terlihat pada gambar di bawah, namun bagi yang mahu tahu silah lanjut ke halaman berikut).