Showing posts with label kiprah. Show all posts
Showing posts with label kiprah. Show all posts

Sunday, 13 January 2013

GAREC (Global Amateur Radio Emergency Communications Conference)



GAREC ke‐8 tahuh 2012 telah digelar di Thistle Resort, Port Dickson, Malaysia (karenanya mereka menyebutnya sebagai MyGarec 2012) pada 12‐14 November 2012, dengan mengambil   thema: “One world, One commitment”

GAREC (Global Amateur Radio Emergency Communications Conference) adalah konferensi   yang setiap tahun digelar IARU sebagai ajang/wadah diskusi tentang ope‐ rasi Radio Amatir saat terjadi bencana (alam) serta keadaan darurat lainnya, dengan motto: "Saving lives through emergency communications" dan berpedoman pada Visi dan Missi sebagai berikut:
THE VISION: To have regular worldwide cooperation and understanding between Authorities and Amateur Radio Service on the field of Emergency Communications.

THE MISSION: To get Amateur Radio operators to be bet‐ ter prepared for emergency communications and create practices for national and international levels. GAREC is for exchanging information and experiences between all Amateur Radio operators and groups that are interested in EmComms.
GAREC pertama kali digelar di Tampere, Finland (2005), dan  pada  saat  itu  disetujui  bahwa  GAREC  berikutnya akan diselenggarakan dengan mengambil tempat secara bergantian di antara ketiga Regions IARU, sehingga sampai tahun 2012 ini GAREC sudah 8 x digelar:

2nd  Tampere, Finlandia ‐ IARU Region 1 (2006)
3rd   Huntsville, Alabama ‐ IARU Region 2 (2007)
4th   Friedrichshafen, Jerman ‐ IARU Region 1 (2008)
5th   Tokyo, Jepang ‐ IARU Region 3 (2009)
6th   Willemstad, Curaçao ‐ IARU Region 2 (2010)
7th   Sun City, Africa Selatan ‐ IARU Region 1 (2011)

Triadi Suparta YBØKVN dan Ria Triadi YCØKVM di antara MyGAREC 2012 delegates

GAREC‐2012 yang secara resmi dibuka oleh Dr. Seppo Sisatto OH1VR dihadiri oleh +/‐ 20 orang delegasi dari Sembilan IARU member societies dari Finlandia, Jerman, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Swiss, Thailand, UK dan tuan rumah Malaysia.
Agenda   Konferensi   diisi   dengan   beberapa   paparan, antara lain tentang MEWS/Mobile Emergency Weather Station oleh perancangnya Greg Lee HSØZHM.
MEWS dirancang untuk dapat memberikan laporan cuaca (dari lokasi bencana) yang diperlukan para pengambil keputusan dalam menentukan langkah‐langkah penang‐ gulangan, termasuk untuk menunjang keselamatan peng‐ operasian helikopter penolong.
Paparan  lain  sebagai  bagian  dari  materi diskusi selama sidang‐sidang yang membicarakan status layanan Em‐Comm oleh Amatir Radio serta kendala dan masalah umum yang dihadapi dalam penyelenggaraan EmComm  di berbagai negeri (seperti Finlandia, Jerman, Hong Kong, Indonesia dan Swiss) antara lain disampaikan oleh Greg Mossop GØDUB (IARU Reg. 1 EmmComm Coordinator); prosedur bagi NCS pada EmComm dengan Calling Frequency & Dispatcher di Swiss oleh Peter Sidler HB9PJT; Pengorganisasian dan Pelatihan bagi operasi penyelamatan bersama SRAL (= institusi Ham EmComm di Finlandia) dan SRT (= Safety Radio of Finland) oleh Jyri Putkonen OH7JO;   dan tentang CORE oleh Triadi P Su‐ parta YBØKVN (yang mengutamakan hubungan baik de‐ ngan instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas Penanggulangan Bencana dan intitusi lainnya)

The IARU HF Emergency Operating Procedure juga direview menuruti pengalaman selama penyelenggaraan GlobalSET   (Simulated   Emergency   Test)   dan   berbagai event pelatihan yang diadakan para member societies.
GAREC  2013  akan  digelar  di  Zurich,  Swiss  (25‐27  Juni 2013), sedangkan untuk tahun‐tahun berikutnya terpilih Huntsville, Alabama (2014), untuk kemudian “kembali” ke Tampere, Finlandia (2015) ■

Kiprah



Kiprah .....    

Pengantar:
Pada bulan November 2012 silam di kawasan ini telah digelar berbagai  perhelatan  berskala  mondial  (mendunia)  dari  beberapa Organisasi di lingkungan Radio Amatir, yaitu IARU Region‐3 15th Conference di Ho Chi Minh City, Vietnam, dan dua gelaran di Malaysia: The 8th GAREC 2012 di Port Dickson, dan The 40th SEANet Convention di Kuala Lumpur.
Ketiga event akbar tersebut telah mengambil beberapa keputusan yang seperti bisa disimak pada liputan berikut ini akan berdampak cukup signifikan bagi derap langkah ORARI dalam berkiprah ke depan. [Ed.]



Dibanding perhelatan Organisasi‐organisasi Radio Amatir internasional apapun yang pernah digelar selama ini, barangkali inilah gelaran yang paling ramé dihadiri para “dignitaries” YB‐land.
Delegasi Indonesia/ORARI dipimpin oleh SekJen Suryo Susilo YBØJTR, beranggotakan Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI Rachmat Widayana YEØRW, Interna‐ tional  Affairs/IARU  R‐3 Liaison  Officer  Triadi  P.  Suparta YBØKVN, Award & QSL Büro Gjellani J. Sutama YB1GJS, Koord. Amsat‐ID Wisnu Widjaja YBØAZ; sedangkan para Peninjau terdiri dari Wakil Ketua Sugeng Suprijatna YBØSGF, KabidOrg Bambang Sugiarto YBØYJ, Wakil Sek‐ Jen Anna Rudhiantiana YBØANA, Ketua ORDA Papua Yanuarius Resubun YB9YZ, KaBidOrg ORDA Papua Ronny Latupeiressa YB9WR, Ketua DPP H. Abidin Hamsyah YB7LSB, serta tiga orang anggota ORDA Kalimantan Sela‐ tan M. Nachwan YB7NSA, Abdul Hadi Al Hafiz YD7HDG dan Rahmadi Harli Apin YD7HRH.
Catatan:  Pada  Konferensi  IARU  Region  3  ke  14 yang digelar pada 12‐16 Oktober 2009 di Christ‐ church, New Zealand — dengan NZART/New Zea‐ land Association of Radio Transmitters) sebagai tuan rumah — dari Indonesia/ORARI hadir Hublu/ IARU   Region‐3   Liaison   Officer   Wisnu   Widjaja YBØAZ dan Pembantu Umum Triadi Suparta YBØKVN.

Konferensi ke 15 IARU Region 3 ini juga mencatat rekor dengan  kehadiran  delegasi  dari  16  “members  socie‐ ties” (Organisasi Radio Amatir nasional) yang terdiri dari ARRL (AS), ARSI (India), BDRA (Brunei Darussalam), CRSA (Mainland   China/PRC),   CTARL   (Cina   Taiwan),   HARTS (Hong Kong), JARL (Jepang), KARL (Korea), MARTS (Malaysia), NZART (New Zealand), ORARI (Indonesia), PARA (Philipina), RAST (Thailand), SARTS (Singapore), VARC (Vietnam), WIA (Australia) dan PIARA (Pitcairn Is‐ land) yang dikuasakan kepada (by proxy) JARL.
(Konferensi IARU Region 3 ke 14 di New Zealand hanya dihadiri 10 “member societies” dan 3 “by proxy”)
Dari lingkungan IARU hadir Presiden IARU Tim Ellam VE6SH, Presiden Hans Timmerman PB2T dan Sekretaris Dennis Green ZS4BS (IARU Region 1) serta Presiden Rei‐ naldo Leandro YV5AM dan Sekretaris Ramon Santoyo XE1KK (IARU Region 2).

Konferensi dibuka oleh Nguyen Minh Duc 3W2REH, Chairman VARC selaku tuan rumah, yang bersama Lee Manh Ha, Wakil Ketua Komite Rakyat Ho Chi Minh City dan Nguyen Van Thu, Deputy Manager Departemen Managemen Frekuensi Radio dan Direktur Pusat Manage‐ men Frekuensi Regional 2 Kementerian Telekomunikasi Vietnam menyambut hangat kedatangan para delegasi di HCMC (Ho Chi Minh City).
Pembukaan persidangan yang dipimpin oleh para Direk‐ tur IARU Region 3 didahului dengan memberikan peng‐ hormatan  kepada  para  pengurus  IARU  Region  3  yang telah Silent Key, khususnya dengan mengheningkan cipta bagi Michael Owen VK3KI, Presiden IARU Region 3 pe‐ riode 2009‐2012 (SK 22/09/2012, lihat e‐QSP Vol. II‐02, September 2012).
Atas usulan tuan rumah VARC, forum menyetujui Terry Carrell ZL3QL (Presiden AMSAT‐ZL) dari NZART menjadi Ketua Persidangan Konferensi IARU Reg. 3 ke 15 ini.

Beberapa hasil/keputusan Konferensi (terutama yang menyangkut  Indonesia/ORARI)  bisa  disebutkan  antara lain:
 Atas  usulan  2  “members  societies”  jumlah  Directors yang semula 5 orang dinaikkan menjadi enam orang, dan telah terpilih Peter Lake ZL2AZ, Joong Guen Rhee HL1AQQ, Shizuo Endo JE1MUI, Geoff Atkinson VK3TL, Wisnu Widjaja YBØAZ dan Gopal Madhavan VU2GMN. Para Directors terpilih  kemudian memilih Gopal Mad‐ havan VU2GMN sebagai Chairman untuk term 2012‐ 2015.
[Dari enam nama tersebut, empat di antaranya: Peter Lake ZL2AZ, Shizuo Endo JE1MUI, Joong Guen Rhee HL1AQQ dan Gopal Madhavan VU2GMN adalah petahana/incumbent yang sebe‐ lumnya adalah Directors IARU Region 3 periode 2009‐2012 (hasil Konferensi IARU Region 3 ke 14 di New Zealand)]
 Di  samping  terpilih  dan  diangkatnya  Wisnu  Widjaja YBØAZ sebagai salah satu Director, dalam berbagai sidang Konferensi juga memutuskan untuk mengangkat Onno W Purbo YCØMLC sebagai EMC/Electromagnetic Compability Coordinator serta menerima usulan ORARI bagi keanggotaan Triadi P. Suparta YBØKVN dalam Task Force STARS*** (Support for the Amateur Radio Service in IARU Region 3).
Dalam posisi masing‐masing Wisnu Widjaja YBØAZ sebagai salah satu Direktur bertanggung jawab atas Rencana Strategis IARU Region 3, STARS ***, dan Satelit Amatir Radio; Onno W. Purbo YCØMLC sebagai EMC bertugas untuk “educating member societies” tentang potensi gangguan (interference potential) dari   Power Line Communications (PLC/BPL), LED lights, plasma TV, photovoltaic systems dan sejenisnya; sedangkan Triadi P. Suparta YBØKVN sebagai anggota STARS*** bertu‐ gas untuk memberikan dukungan bagi member socie‐ ties yang akan memajukan kegiatan radio amatirnya;
 Dibentuk  dua  “WG/Working  Groups”  (Komisi):  WG1 membidangi hal‐hal terkait kebijaksanaan (policy mat‐ ters) yang mencakup edukasi, pelatihan, pengembang‐ an Radio Amatir, serta konferensi internasional/region‐ al terkait bidang administrasi ke‐radio‐an (radio admini‐ strations) yang  melibatkan  pihak  otoritas/Pemerintah (mis. : APT/APG & WRC), sedangkan WG2 membidangi hal‐hal terkait OPTEK/operational & technical matters, termasuk EmComm,  Awards dan Band plans.
Finance Committee/Komite Keuangan yang membahas segi keuangan Organisasi sempat bersidang dengan melibatkan seluruh delegasi yang hadir.
[YBØJTR  dan  YB1GJS  ikut  hadir  sebagai  anggota  di WG1, seperti juga YBØAZ (selain sebagai Secretary) dan YBØKVN di WG2]

Para Directors IARU Region 3 terpilih: Ken JA1CJP (Secretary), Geoff VK3TL, Wisnu YBØAZ, Peter ZL2AZ, Gopal VU2GMN (Chairman) , Endo JE1MUI, Rhee HL1AQQ.

 Iuran (keanggotaan) IARU: Konferensi menyetujui kenaikan iuran keanggotaan IARU sebesar 20%.
Atas keberatan yang diajukan ORARI, MARTS, JARL dan KARL maka keempat member societies tersebut diberi kesempatan untuk mengajukan keringanan kenaikan sebesar 10% saja.
 Konferensi menerima dan menyetujui usulan Indone‐ sia/ORARI untuk menjadi tuan rumah bagi penyeleng‐ garaan Konferensi ke‐16 IARU Region 3 di Yogyakarta pada tahun 2015.
(Catatan: Indonesia pernah menjadi tuan rumah Konferensi IARU Region 3 ke‐8 (1991) di Bandung) ■