Showing posts with label ruang angkasa. Show all posts
Showing posts with label ruang angkasa. Show all posts

Saturday, 1 December 2012

What more you’re curious to know about Curiosity? - Part III


What more you’re curious to know about Curiosity? - Part III

First Three Bites Into Martian Ground
A Link to a Watery Past
Souce: JPL; Posted Friday, October 19, 2012
Sepanjang dua tahun “masa tugas”nya, para peneliti di Bumi akan menggunakan setidaknya 10 jenis instru- men analitikal dan kamera berresolusi tinggi di Curi- ousity untuk mencari bukti-bukti pendahuluan apakah kondisi lingkungan di permukaan planit Mars pernah (dan akan) dapat mendukung kehidupan mikrobial (microbial life), yang merupakan tahap awal dari “kehidupan” seperti yang ada dalam pemahaman kita atau  yang kita kenal di Bumi.
Selama bulan Oktober 2012 ini setidaknya sudah tiga kali dilakukan pengambilan sampel tanah dari Rock- nest (harafiah = sarang (batu) karang) di dasar kawah Gale, yang dengan penuh pertimbangan telah dipilih dan ditetapkan sebagai area penelitian bagi Curiosity. Foto ber-caption One Giant Scoop for Mankind) berikut memperlihatkan - dengan  ketajaman  dan  resolusi yang menakjubkan para penggemar fotografi - bekas sodokan sekop  di ujung lengan robotik Curiosity yang mengam- bil  sampel  tanah  untuk dianalisa dengan perangkat analitikal X-ray Diffraction CheMin (Chemistry and Mineralogy).

Mengutip John Grotzinger, ilmu- wan Caltech (California Insti- tute of Technology):“Identifikasi kandungan mineral yang terda- pat pada sampel tanah dengan X-ray  diffraction*)  ini  penting (dilakukan) karena mineral dapat “merekam” kondisi lingkungan dan reaksi kimiawi yang terjadi dan berkembang selama dan sepanjang proses pembentukannya”

One Giant Scoop for Mankind
This image shows a "bite mark" where NASA's Curiosity rover scooped up some Martian soil.
The first scoop was taken from the "Rocknest" patch of dust and sand on October  7,  2012, while a third scoop sample was collected on October  15, and was deposited into the Chemistry and Mineralogy (CheMin) instrument onboard Curiosity.

*)  X-ray diffraction: metoda baku yang dilakukan para  geolo- gists untuk “membaca” struktur internal mineral dengan merekam (dan menganalisa) bagaimana kandungan kristal mineral tersebut secara spesifik berinteraksi dengan sinar X.

Rilis NASA # 12-383 tgl. 26 Oktober 2012 untuk sementara menyimpulkan: “Mars rover Curiosity has completed initial experi- ments showing the mineralogy of Martian soil is similar to weath- ered basaltic soils of volcanic origin in Hawaii.”
"Much of Mars is covered with dust, and we had an incomplete understanding  of  its  mineralogy," kata  David  Bish,  CheMin  co- investigator dari Indiana University "So far, the materials Curiosity has analyzed are consistent with our initial ideas of the deposits in Gale Crater recording a transition through time from a wet to dry environment. The ancient rocks, ... suggest flowing water, while the minerals in the younger soil are consistent with limited interaction with water."

Potret diri (self portrait) bagian depan Curiosity yang dibuat dengan Mast Camera (MastCam) yang dilengkapi lensa 100 mm memperlihat- kan bekas–bekas sodokan sekop yang mengambil sampel tanah di dasar kawah Gale.
Credit: NASA/JPL-Caltech

Bongkahan karang (yang dinamai Link, menuruti nama sebuah danau di wilayah barat daya Kanada, yang dikelilingi formasi bukit-bukit karang) terlihat menonjol dengan latar belakang debu dan pasir ber- warna  merah  kecoklatan.  Para  peneliti  hampir  sependapat  bahwa rekahan, serakan dan butiran kerikil berbentuk nyaris bulat mengkilap dengan ukuran seperti yang terlihat pada bagian kiri foto hanya mung- kin terbentuk karena adanya aliran air (Water transport is the only proc- ess capable of producing the rounded shape of clasts of this size).
Foto close up Link dengan resolusi di orde sentimeter ini juga diambil dengan lensa 100-millimeter  kamera MastCam.
Credit: NASA/JPL-Caltech

Semula para ilmuwan NASA/JPL/Caltech tersebut sem- pat dibuat bingung dengan “temuan” beberapa butir (terlalu kecil untuk disebut sebagai potong) material berwarna cerah dalam sampel pertama yang diambil pada tgl. 7 Oktober — sampai-sampai mereka memu- tuskan untuk menghentikan aktifitas lengan robot Curi- osity selama 2 hari — sampai mereka bisa menginden- tifikasi dan memastikan bahwa butiran sepanjang seki- tar 0.5” (1.3 cm) seperti sobekan plastik pembungkus atau selongsong kabel tersebut hanyalah fragmen (serpihan kecil dari sesuatu = debris) yang berasal dari wahana (spacecraft) yang membawa Curiosity meng-”angkasa”, walaupun penelitian lanjutan tetap akan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pengaruh temuan serpihan “sesuatu” itu bagi operasi men- datang, seperti disebutkan Richard Cook, Project Ma- nager dari JPL :
"We plan to learn more both about the spacecraft mate- rial and about this smaller, bright particles. We will finish determining whether the spacecraft material warrants concern during future operations”
The Collection and Handling for In-Situ Martian Rock Analysis (CHIMRA) tool at the end of the robotic arm shook out remnants of the first scoopful and posed for camera inspection to verify it was emptied. The Mars Hand Lens Imager (MAHLI) moved close to some loose material on the ground to get a good look. Seeing more detail in the object will help engineers finish assessing whether this loose material from the spacecraft poses any concern for future operations.

BTW, dari tiga sekop sampel tersebut hanya sampel ke tiga (diambil 15 Oktober) yang benar-benar digunakan sebagai materi untuk dianalisis, sedang 2 sampel lain-nya dibuang sesudah dipakai untuk “membersih”kan (dengan menggetar-dan-mengguncangnya keras-keras seperti kita membersihkan bagian dalam sebuah botol dengan pasir atau kerikil) tabung reaksi dan preparat (berupa ayakan dan  pemecah batu) dari CheMin. Kegiatan   lain   Curiosity   selama   bulan   Oktober   ini adalah pengamatan dan pencatatan perubahan cuaca di  permukaan  Mars  dengan  REMS  (Rover  Environ- mental Monitoring Station), dan pengambilan foto-foto panoramic (dengan cakupan nyaris 3600) dengan ka- mera MAHLI (Mars Hand Lens Imager) ■


Ja ke M a ti j e vi c — sentuhan pertama lengan robot Curiosity
Sebelum mengambil ketiga sampel tanah seperti yang disebut di atas, pada hari-hari pertama mengawali manuver-nya Curiosity sempat mengaktipkan Alpha Particle X-Ray Spectrometer (APXS) di ujung lengan robotnya untuk menganalisis bongkahan karang seu- kuran  bola  football  yang  dinamai    "Jake  Matijevic.", yang kebetulan di”temu”kan di “lintasan” manuvernya. Rangkaian proses analisis diawali perangkat ChemCam (Chemistry Camera — yang terletak di puncak tiang/ mast Curiosity) yang menembakkan pulsa laser ke Jake Matijevic. “Reaksi” Jake direkam di ChemCam, dan datanya digabung dengan foto-foto close-up yang diam- bil  kamera MAHLI (The Mars Hand Lens Imager) yang berada di ujung lengan robot, untuk dianalisa lebih lanjut oleh  APXS .
Penggunaan secara bersamaan APXS dan ChemCam pada obyek penelitian yang sama memungkinkan para analist untuk melakukan pengkalibrasian silang (cross calibration) kedua perangkat tersebut.
Curiosity menyelesaikan proses analisis Jake Matijevic sesudah melakukan laser testing sekali lagi dengan ChemCam, untuk kemudian bergerak menjauh +/- 42 mtr untuk menyudahi ujicoba manuvernya hari itu.

The APXS (Alpha Particle X-Ray Spectrometer) on a turret at the end of the rover's 7-foot (2.1-meter) arm and the Mars Hand Lens Imager (MAHLI), also on the same turret, were used for close-up in- spection of this football size Jake Matijevic rock.
Catatan: Foto di atas adalah hasil “jepretan” MAHLI, yang mengcover area +/- 4x4 cm2  dari permukaan karang yang sebelumnya ditembak pulsa laser dari ChemCam. (lihat text)

DAN suggests Gale Crater is drier than expected.

Data-data awal yang diolah CMSL (Curiosity Mars Sci- ence Laboratory) mengindikasikan bahwa lokasi penda- ratan (dan penelitian) Curiosity di dasar  kawah Gale “patut diduga” LEBIH KERING dari yang semula dibayangkan.
Elemen kunci yang dicari Curiyosity adalah AIR, dan walaupun permukaan Mars selama ini menunjukkan tanda-tanda keberadaan air dalam jumlah besar (abundant) di masa lalu — dalam bentuk aliran sungai dan danau — keberadaan air yang bisa dijejaki sejauh ini adalah dalam bentuk beku di dalam tanah (frozen, embedded in the soil) dan lapisan es cukup luas (large ice caps) yang menutupi kedua kutubnya.
Instrumen Dynamic  Albedo  of  Neutrons  (DAN), salah satu dari belasan alat ukur dan analisis yang dibawa Curiosity dirancang untuk mendeteksi lokasi dan jum- lah partikel air (dalam bentuk apapun) menuruti reaksi hidrogin (komponen dasar air di samping oksigen) ter- hadap  dadahan  (eksposur)  neutron.  Kalau  neutron (yang di”tembak”-kan) mengenai atau bertemu partikel yang “berat” (heavy particles), neutron tersebut akan

Perangkat analisis DAN (The Dynamic Albedo of Neutrons) bekerja dengan menembakkan pulsa neutron ke permukaan tanah di bawah Curiosity. Kalau tembakan tersebut mengenai atom hidrogin (sebagai unsur utama pada air atau es) maka energi kinetic tembakan neutron itu akan sangat berkurang dibandingkan kalau mengenai atau menem- bak senyawa lain.                      
Credit: Russian Federal Space Agency

berbalik (memantul) dengan sedikit saja kehilangan energy kinetic-nya, tetapi kalau yang ditemui atau jadi sasaran tembak adalah atom hidrogin (yang jauh lebih ringan dan mempunyai massa kira-kira sama dengan neutron) maka neutron tersebut akan kehilangan separuh dari energi “tembakan”nya.

"Sejauh   ini   pengamatan   jarak   jauh   dari   wahana peneliti Odyssey (yang berada di orbit Mars) mem- perkirakan kandungan air di dasar kawah Gale bisa mencapai   sekitar 6%, tetapi hasil awal analisa yang dilakukan dengan instrument penelitian dan analisis yang dibawa Curiosity mengindikasikan hanya se- bagian kecil (a fraction) saja dari (angka) itu," kata Maxim Mokrousov, perancang utama (lead designer) DAN dari Russian Space Research Institute,

Dalam jangkauan wilayah yang sampai saat ini sempat di”jelajahi” Curiosity (yang sampai akhir Oktober 2012 tidak lebih luas dari 50 x 50 m2), DAN menemukan hasil perhitungan (the detector counting rates) yang cukup bervariasi,   yang mengindikasikan tingkat ke- beradaan hidrogin di dalam tanah yang berbeda-beda dari satu area (kecil) ke area lain, yang justru mungkin merupakan gambaran dari keadaan sebenarnya. Betapapun, kemampuan Curiosity untuk dengan teliti dan cukup presisi menganalisa kandungan air di suatu lokasi yang spesifik (ketimbang hasil rata-rata/average dari   area   yang   lebih   luas)   akan   memungkinkan diperolehnya pemahaman yang lebih presisi dan rinci tentang distribusi air (dalam bentuk apapun) di permu- kaan Mars.■




Sunday, 7 October 2012

AMSAT Mission to Mars?


Ham Radio and outer space exploration

AMSAT Mission to Mars?

AMSAT (The Radio Amateur Satellite Corporation), oganisasi nirlaba yang mewadahi para amatir radio pe- merhati, penggiat dan pengguna teknologi satelit radio amatir dan komunikasi lewat satelit, termasuk mereka yang benar-benar ikut terlibat aktip dalam aspek hi-tech-nya  (dari  perancangan,  pembuat peranti  keras  dan lunak, perakitan bahkan sampai tahap peluncuran, pengoperasian dan  pengendalian satelit-satelit terse- but) — rupanya punya rencana besar:  Misi Penerbang- an ke Mars, kenapa tidak?
Dalam perbincangan dengan Gary KN4AQ dari TV-show HamRadioNow di Shelby HamFest pada week end awal September  ini  (7/9)  President  AMSAT Barry  Baines WD4ASW menyebutkan kemungkinan (paling tidak su- dah  terpikirkan) bagi  beberapa  immediate projects, antara lain pengendalian sebuah   remote vehicle de- ngan perintah (commands) dari setasiun pengendali di Bumi yang direlay lewat setasiun angkasa antar bangsa ISS.
Keberhasilan misi Curiosity Rover – di mana ada keter- libatan tangan (dan otak) amatir radio — terutama yang tergabung dalam W6VIO, the JPL Amateur Radio Club Station, walaupun belum tentu mereka juga tergabung dalam AMSAT (baca artikel tentang Curiosity di e-QSP edisi II-1 Agustus 2012) — rupanya mengingatkan Presi- dent Baines akan GO Mars, proyek untuk menempat- kan  satelit  (amatir) di  orbit  Mars,  yang  merupakan proyek  andalan  AMSAT-Deutschland e.V  (AMSAT-DL), unit AMSAT di Jerman.


Sepanjang +/-  30  tahun eksistensinya, AMSAT telah berhasil mengembangkan berbagai metoda untuk merealisasikan beberapa misi penjelajahan ruang ang- kasa berbudget rendah, dan kiat inilah yang juga diadaptasikan pada  misi GO  Mars  P5A, yang meru- pakan proyek swasta  pertama bagi sebuah  misi ke planit Mars.
Pimpinan proyek GO-Mars  adalah fisikawan Prof. Dr. Karl  Meinzer  DJ4ZSC  dan  Presiden AMSAT-DL Peter Gülzow DB2OS .
Prof. Meinzer sudah mengantongi jam terbang sebagai System Architect and  Project Leader pada 6 (enam) proyek peluncuran satelit AMSAT sebelumnya, yang menjadi dasar pemikiran dalam mengembangkan proyek ambisius “interplanetary flight to Mars” ini. Am- bisi  lain  yang  memotivasi mereka adalah  keinginan untuk membuktikan bahwa penerbangan antar planit adalah laik dan layak untuk diwujudkan, dengan  biaya
yang relatip rendah (small budget), dan memberi ke- sempatan semua  fihak terkait untuk  bisa  berperan serta dan berkontribusi.

GO Mars: the Mission
Gagasan bagi pengembangan proyek ini berawal lebihdari 10 tahun yang lalu, menyusuli keberhasilan pelun- curan  satelit  komunikasi AMSAT Oscar-40  di  tahun 2000.

Misi Go Mars P5A akan mengemban berbagai misi a.l. :
 Sebagai setasiun relay di orbit Mars, untuk meman- car-ulangkan data-data riset/penelitian permukaan Mars ke Bumi.
 Dengan  kamera  observasi  yang  dibawanya  akan mengambil foto (khususnya) permukaan Mars  dan cakrawala ruang angkasa antar planet.
 Melakukan berbagai penelitian dan percobaan ilmiah dengan berjenis probe yang dibawanya.
 Bahkan bisa dijajagi untuk membawa modul penda- rat (ke permukaan Mars) atau satelit kedua.
 Selama penerbangan (dan berada di orbit) berjenis teknologi di bidang penerbangan ruang angkasa dan komunikasi dapat diujicoba dan dievaluasi.
 Dan lain-lain misi, terutama di bidang edukasi

Prof. Dr. Karl Meinzer DJ4ZC dan Presiden AMSAT-DL Peter Gülzow DB2OS di depan satelit seri P3x
yang teknologinya mendasari pengembangan satelit P5A yang nantinya diluncurkan ke orbit Mars.

Unsur tehnis (dan segi finansiilnya) lain yang tak kalah penting untuk dicermati adalah “sisi Bumi” dari proyek ini, a.l. fasilitas bagi penjejakan, penyelia dan pengen- dalian. Untuk ini antena parabola bergaris tengah 20 meter di observatorium Bochum sudah diaktipkan kembali dan  diuji coba, misalnya untuk menjejaki ber- bagai probes NASA dan ESA (European Space Agency) seperti Mars Express, wahana Cassini (ke planet Satur- nus) dan “pemburu komet” Rosetta.
Pada musim semi 2006 team AMSAT-DL berhasil men- jejaki dan menerima sinyal dari Voyager 1 yang (pada saat itu) berada pada jarak +/- 14.7 trilyun  kilometer dari Bumi.
Probe P5A akan diluncurkan pada “celah/jendela” peluncuran” (launch window) di tahun 2016, tapi sebe- lumnya terlebih dulu akan diluncurkan satelit komuni- kasi P3E yang akan membawa (untuk diuji coba) ber- bagai peranti penelitian yang nantinya dibawa P5A, a.l.:
 Sebuah transponder  bagi komunikasi antara Mars dan Bumi
 Sebuah  Oscillator ultra-stable  sebagai bakuan fre- kuensi  berpresisi  tinggi bagi  komputer dan  sistim
radio yang nantinya dibawa P5A
Sebuah kamera navigasi  perbintangan (star naviga- tion camera) untuk menentukan posisi dan orientasi yang presisi.
P3E diskedulkan untuk diluncurkan pada launch win- dow di antara tahun 2012 ~2016.

Kendala 
Pada 16 September 2012 Dewan Direksi (BOD) AMSAT
-DL merilis sebuah pernyataan yang cukup mengejut- kan: karena berbagai pertimbangan the German space agency DLR (= NASA atau LAPAN-nya Jerman) memu- tuskan untuk menghentikan dukungannya bagi proyek GO Mars, seperti tersebut dalam sebuah surat yang mereka terima pada akhir Juni yll.:
"the DLR Program Board comes to the conclusion, that pursuit of the P5 idea is infeasible and also financially infeasible."
Yang paling terimbas keputusan ini adalah peluncuran P3E, yang memang dijadwalkan “dalam waktu dekat”
Namun demikian, pada rilis tersebut juga disebutkan bahwa keputusan DRL tersebut tidak akan menyurut- kan langkah AMSAT-DL untuk meneruskan proyek ini. Rupanya, sejak beberapa waktu mereka sudah mela- kukan penjajagan dengan CAMSAT (Chinese AMSAT):
...”Just  recently good contact with AMSAT China (CAMSAT) was established. China has suitable launchers to bring payloads into GTO [Geostationary Transfer Orbit, Ed.] Moreover, China has discovered that amateur radio is a means of motivating young people to technical universal studies ....”
[= radio amatir adalah (salah satu) jalan untuk memotivasi generasi muda untuk mempelajari hal-hal tehnis tentang alam semesta]
Hmmmmm, semoga apresiasi  otoritas Cina  bagi kegiatan radio amatir seperti tersirat dalam rilis AMSAT
-DL  tersebut  tidak  menyurutkan optimisme mereka dalam membuat proyek GO Mars ini GO-GO-GO pada waktunya ... ■

PROITERES, JL3YZK “mengudara”
Pada tanggal 04:21 UTC 9 September 2012,   satelit
amatir radio Jepang PROITERES berhasil diluncurkan dengan  roket  PSLV  (Polar  Satellite  Launch  Vehicle) C21 dari Satish Dhawan Space Center (SDSC) milik the Indian  Space  Research  Organisation (ISRO)    di  Sri- harikota, India.

[catatan: sejak 10 Januari 2007 Mikro satelit LAPAN TUBSat (berat 55 kilogram, dimensi 45 x 45 x 27 cm3) demikian juga satelit-satelit LAPAN/ORARI yad. meng- gunakan fasilitas peluncuran SDSC ini]

Bersamaan dengan Proiteres ikut juga diluncurkan satelit SPOT-6*). Roket PSLV C21 yang dilengkapi pe- ranti navigasi mRESINS (mini Redundant Strapdown Inertial Navigation System) menempatkan PROITERES pada orbit dengan inklinasi  98.28º dan  apogee/peri- gee 654/643 km dan SPOT-6 pada altitude 694 KM.




Misi PROITERES
1. Berbagai eksperimen untuk meng-verifikasi  propa- gasi sinyal radio 2-arah pada band amatir V/UHF.
2. Ujicoba  komunikasi untuk  meningkatkan pengua- saan  teknologi komunikasi satelit  dengan  meng- gunakan perangkat alkom standard (= off-the-shelf, BUKAN yang dirancang khusus atau mil-specs).
3. Penjejakan (tracking) dan komunikasi 2 arah lewat satelit oleh dan di antara amatir radio di Bumi .
4. Ujicoba roket bertenaga listrik
5. Pengamatan udara Distrik Kansai, terutama kawas- an Osaka di sekitar cekungan (basin) Yodogawa dengan kamera berresolusi tinggi.
PROITERES (PRoject of OIT Electric-Rocket-Engine On- board Small Space Ship) dibangun oleh para maha- siswa dan civitas academica Osaka Institute of Tech- nology (OIT) dan dirancang untuk mendemonstrasikan penggunaan  Pulsed  Plasma  Thruster (PPT)  engine, dengan membawa 2 buah CPU yang menggunakan O/ S Linux.
Hari itu juga (9/9-2012) pada   07:36 UTC Mike Rup- precht DK3WN melaporkan dapat menerima kethuan callsign JL3YZK di frekuensi 437.485 MHz ■

*) SPOT ( Système Pour l’Observation de la Terre = sistim untuk observasi/pengamatan Bumi) adalah rangkaian satelit pengamat optis berresolusi tinggi  yang dioperasikan  Spot Image di Toulouse, Peran- cis. Diprakarsai oleh French space agency CNES (Centre national d'tudes spatiales) sejak tahun 70an dan dikembangkan atas kerjasama dengan  SSTC (Belgian scientific, technical and cultural services) dan SNSB (Swedish National Space Board).

BTW,  sekedar  mengingatkan, how’s  thing  going  dengan proyek-proyek LAPAN/ORARI yang di”garap” AMSAT ID (yang masa bakti Kepengurusannya - vide SKpts KetUm ORARI nr KEP 041/OP/KU/2008 & KEP 042/OP/KU/2008 ttg. 9 Sep- tember 2008 - kecuali ada perpanjangan sudah berakhir di tahun 2011) ???






Ekspedisi 32 kembali ke Bumi


Ham Radio returns from outer space

Ekspedisi 32 kembali ke Bumi

17 September 2012:
Setelah meninggalkan Bumi selama 125 hari (123 hari di antaranya dengan berada di stasiun angkasa antar- bangsa ISS) maka para awak Expedition 32 kembali ke Bumi, dengan mendarat mulus pada jam 02:53 UTC (08:53 local time), hari Senin 17 September 2012 di hamparan padang rumput di Kazakhtan.
“Prosesi”  kembalinya ekspedisi  ini  diawali  dengan acara Sertijab (Serah Terima Jabatan) dari Komandan Exp. 32 Gennady Padalka RN3DT (kanan pada foto di bawah) kepada Sunita Williams KD5PLB, yang dengan Sertijab ini kemudian meneruskan “jabatan” sebagai Komandan Exp. 33.


Keesokan  harinya (Minggu 16/9),  Padalka bersama dua orang awak Expedition 32  lainnya Sergei Revin RN3BS dan Joseph Acaba KE5DAR masuk ke modul undocking Poisk untuk mengenakan/berganti pakaian dengan baju angkasa bertekanan Sokol, sebelum me- masuki wahana Soyuz TMA-04M yang membawa mereka kembali ke Bumi. Sesuai SOP (Prosedur Op- erasi Baku), mereka diharuskan untuk melakukan leakage test (test kebocoran) yang ketat sebelum me- lepaskan mekanisme penggandengan Soyuz TMA-04M dengan modul Poisk pada jam 23:09 UTC.


[Ki-ka]: Acaba, Padalka dan Revin melakukan standard leakage check di wahana Soyuz TMA-04M yang membawa mereka kembali ke Bumi.

Begitu memasuki atmosfir Bumi, laju pendaratan di- perlahan  dengan  terbukanya payung  oranye  belang putih (lihat foto), sebelum akhirnya retro roket dinya- lakan pada ketinggian beberapa puluh meter terakhir untuk lebih menjamin soft landing (pendaratan empuk) saat menyentuh permukaan Bumi.

Kombinasi berkembangnya payung dan semburan retro rocket menja- min soft landing modul pendarat Soyus TMA-04M di padang rumput dekat kota Arkalyk, Kazakhstan.


                                    
Routine medical check up segera sesudah mendarat di Bumi, dan gantian membubuhkan tanda tangan di dinding modul pendarat.

Selama di ISS, Exp. 32  telah memutari Bumi sebanyak 2.000 x atau setara jarak 52,906,428 miles.
Dengan 711 hari terbang di ruang angkasa  Padalka sekarang berada di ranking ke 4 dalam daftar rekor hari terbang (rekor pertama dengan 803 hari/6 pener- bangan dipegang oleh kosmonaut Sergei Krikalev U5MIR). Hari terbang panjang Padalka juga mencakup rekor 3x sebagai Komandan ekpedisi di ISS dan sebe- lumnya 1x  di  stasiun  angkasa Russia  Mir  di  tahun 1998.
Kembalinya mereka ke  Bumi  meninggalkan ISS  di bawah  komando  Sunita  Williams, dengan  ditemani flight engineers Yuri Malelenko RK3DUP dan Akihiko Hoshide  KE5DNI.  Sunita  memegang rekor  sebagai satu-satunya perempuan yang sempat 2x menjadi awak Eskpedisi ISS dalam 14 tahun sejarah ISS.
Exp. 33 akan dilengkapi oleh Kevin Ford KF5GPP, Oleg Novitskiy dan  Evgeny  Tarelkin  yang  akan  menyusul pada bulan Oktober 2012 dengan menggunakan wa- hana Soyus TMA-06M ■

What more you’re curious to know about Curiosity? - Part II


What more you’re curious to know about Curiosity? - Part II

[Atas] Close up dari tiga buah roda Curiosity yang diambil dengan kamera MAHLI/Mars Hand Lens Imager di ujung ta- ngan robot Curiosity. MAHLI dirancang untuk bisa mengambil foto close-up berresolusi tinggi, dengan kemampuan untuk focusing dari jarak 2 cm ~ tak terhingga (infinity), yang me- mungkinkan untuk memotret contoh bebatuan, tanah, bahkan sampai dirinya sendiri dari berbagai angle/sudut .

Foto  di  sebelah  kanan  diambil de- ngan lensa fish-eye pada Hazcams (Hazard Avoidance cameras) yang terpasang  di  bagian  depan  rover. Foto diambil pada beberapa jam pertama keberadaan Curiosity di dasar   kawah Gale, memperlihatkan jejak roda Curiosity segera sesudah menyelesaikan test drive pertama- nya. Rover bergerak maju 15 ft (4.5 mtr), berputar 1200   dan mundur 8.2 ft (2.5 mtr), untuk kemudian “parkir”
20 ft (6 mtr) dari Bradbury Landing, landasan pendaratannya ■


Di dek Curiosity tertera tanda ta- ngan Clara Ma (12 tahun), yang namanya diabadikan  di  tempat- terhormat itu karena nama Curi- osity diambil dari penggalan kali- mat dalam sebuah  essay karang- annya:
....  "Curiosity  is the passion that drives us through our everyday lives” ....

Photos credit went to NASA/JPL - Caltech


[= ke-ingin tahu-an adalah gairah yang memotivasi kita dalam kehidupan kita sehari-hari].


Clara Ma, gadis cilik (12 thn, kelas 6 di tahun 2009) dari Kansas, berfoto dengan sebuah mockup berukuran penuh dari roda Curiosity di Kennedy Space Center, Florida, sehari sebelum peluncurannya pada jam 10:02 a.m. EST (15:02 UTC) 25 November, 2011.
Clara memasukkan nama "Curiosity" pada sayembara yang diadakan oleh NASA untuk mencari nama bagi Mars rover yang waktu itu sudah memasuki tahap akhir pengembang- annya. [Photo Credit: Mike Wall/SPACE.com]

Di tahun 2009 ~ 2011  NASA memberikan kesempatan bagi umum untuk memasukkan nama mereka untuk dikirim atau dibawa ke Mars dengan berbagai wahana angkasa yang sedang disiapkan pada saat itu.
1.2 juta nama masuk dari segenap penjuru dunia, dan nama-nama mereka kemudian di-etsa pada sekeping silicon dengan menggunakan electron-beam yang digunakan untuk membuat berbagai micro-chip di JPL. Chip inilah yang kemudian ditaruh di dek Curiosity, ber- sama tandatangan Clara Ma dan sebuah plaket kepre- sidenan yang ditandatangani Presiden Barack Obama dan Wakil Presiden Joe Biden ■


Curiosity as seen from MRO (Mars Reconnaissance Orbiter)
Mars  Reconnaissance  Orbiter (MRO)  adalah  sebuah wahana angkasa multiguna yang sesuai namanya dirancang  untuk  melakukan pengintaian (reconnais- sance) permukaan planit Mars dari orbit. Wahana se- nilai USD 720mio ini dibuat oleh Lockheed Martin dibawah supervisi JPL/Jet Propulsion Laboratory (afiliasi dari Caltech/California Institute of Technology), yang juga mengelola pengoperasiannya (untuk NASA)
MRO diluncurkan pada 12 Agustus 2005 dan mema- suki orbit Mars pada 10 Maret 2006. Sesudah melalui proses aerobraking selama +/- lima bulan,  pada No- vember 2006 MRO menempati posisinya pada orbit nyaris berbentuk elips yang mengambang stationary dengan apogee dan perigee 250 ~ 316 KM di atas per- mukaan Mars.  Pada lintasannya, MRO  “bergabung” dengan pengoperasian wahana lain: Mars Global Sur- veyor, Mars Express, Mars Odyssey, and dua (tiga ter- masuk Curiosity)  Mars Exploration Rovers. MRO ber- fungsi sebagai  setasiun relay/repeater bagi berbagai misi di permukaan Mars ■

[Atas kiri] Foto yang diambil dengan kamera HiRISE (High-Resolution Imaging Science Experiment) yang terpasang di wahana MRO (Mars Reconnaissance Orbiter  — lihat text) memperlihatkan parasut (warna kuning) dan “kubah” pendaratan yang membungkus Curiosity saat men- darat di dasar kawah Gale di permukaan Mars. Area sekitar titik penda- ratan  terlihat  agak  gelap  karena  semburatnya debu  akibat semburan retro-rocket yang menahan laju hempasan Curiosity saat melalukan soft- landing.
HiRISE  yang  buatan  Ball  Aerospace  &  Technologies  Corp.,  Boulder, Colo. adalah salah satu dari enam instruments yang terpasang di MRO — yang dioperasikan secara remote dari lab di The University of Ari- zona, Tucson, AZ.

[Atas kanan]   Foto yang juga diambil dengan kamera HiRISE mem- perlihatkan beberapa ratus meter jejak roda Curiosity sewaktu memulai penjelajahannya. 
Pada foto di atas posisi rover berada di tempat dimana jejaknya bera- khir.
Dua spots berwarna kegelapan dekat tempat pendaratan Curiosity terbentuk saat debu di permukaan kawah Gale berhamburan terkena semburan retro rocket modul pendarat pada tahap-tahap akhir penda- ratannya, dan memperlihatkan permukaan kawah yang mengandung pasir  basalt, batuan  gunung  sisa-sisa letusan gunung jutaan tahun yang lalu (yang meninggalkan kawah atau kaldera Gale sekarang) Pengamatan atas “jejak-jejak” masa lalu tersebut akan mengungkap- kan berbagai informasi tentang bagaimana permukaan Mars berubah sesuai  dengan  penumpukan  debu  serta  erosi  yang  mengikis  dan
menggerus tumpukan debu tersebut sepanjang perjalanan waktu..
[ Photos Credit :NASA/JPL - Caltech ]




Thursday, 6 September 2012

Ditdadadah ditdadahdit ditdahdidit





Berbagai cara dilakukan orang untuk menunjukkan eksistensinya, baik sebagai pribadi maupun mengatas namakan kelompoknya.
Salah satu cara yang terbilang unik (dan cerdik) adalah ulah para perancang CURIOUSITY, wahana penjelajah permukaan planit Mars dari NASA (gambar bawah) — yang Penyunting syak ada jugalah di antara mereka yang tergabung dalam W6VIO,  the JPL Amateur Radio Club Station .
Pada kembangan (thread) keenam roda besi ukuran 20” pada wahana tersebut dibuat lubang-lubang ber- bentuk kotak dan persegi panjang (square and rectangular - gambar atas) yang dikombinasikan dalam pola
dot & dash membentuk tulisan JPL, akronim dari Jet Propulsion Laboratory*) dalam kode Morse. Dengan demikian, kalau pada 20 Juli 1969 Neil Armstrong meninggalkan jejak tapak sepatunya di permukaan bulan, Curiosity akan meninggalkan jejak berupa huruf-huruf JPL   di dasar kawah Gale, yang jadi lahan penjelajahannya di permukaan planit Mars.


*) JPL (afiliasi California Institute of Technology) adalah pusat Riset & Pengembangan NASA di Pasadena, AS.
Gambaran artis dari CURIOSITY selagi men- jalankan misinya di permukaan Mars. Tembakan    laser    akan    meng”uap”kan (vaporize) selapis tipis dari bebatuan yang jadi obyek penelitian, dan dari warna uap- nya dapat dianalisa komponen/materi apa saja yang membentuk bebatuan tersebut.

Perlu waktu sekitar 14 menit bagi sinyal UHF dari Mars untuk mencapai Bumi — dengan menggunakan satelit Odyssey orbiter yang “mengapung” di orbit Mars seba- gai repeater — sehingga ada delay sekitar setengah jam bagi sebuah pertukaran informasi (atau data) dari permukaan Mars dengan pengendali misi di Bumi. Curiosity dilengkapi berjenis kamera yang bisa meng- ambil foto sebuah obyek dari berbagai sudut; dan de- ngan menganalisa foto jejak-jejak “tulisan” JPL terse- but   “pengemudi”   di   bumi   bisa   memperhitungkan berapa jarak yang ditempuh, kecepatan, dan arah ke- mana  Curiosity  bergerak.  Dari  hasil  analisa  itulah pengemudi  bisa  berreaksi  dan  memberi  “komando jarak jauh” apa yang mesti dilakukan Curiosity. 
[komentar  Penyunting:  CMIIW,  kecuali  kembangan pada 6 roda itu berrupa tulisan TAMMAT dalam huruf Latin biasa, rasa-rasanya jejaknya akan kelihatan TERBALIK,  sehingga  tuisan  JPL  jejaknya  akan  terbaca sebagai FPMN]
Dengan bobot hampir 900 kg (termasuk bobot berjenis in- strument penelitian, kamera, CPU, radio, dan sebagainya) Century laiknya seukuran mobil jenis City-car yang dilengkapi 6 roda.
Menempuh jarak +/- 570 juta KM (350,000,000 mi) yang ditempuhnya dalam +/- 8.5 bulan (launched Nov. 26, 2011, 15:02 UTC, Mars landing Aug. 6, 2012 05:17 UTC), misi uta- manya adalah untuk mendeteksi apakah di masa lalu Mars pernah   bisa   mendukung   kehidupan   bagi   makhluk dalam bentuknya yang paling sederhana (mis.: mikro- ba), dan apakah ada kemungkinan suatu hari di masa depan manusia (bumi) untuk hidup (dan bertahan) di sana.
Bagian-bagian Curiosity (lihat Gambar kiri,    bawah dan halaman   berikut)   bisa   dipadankan   dengan   bagian- bagian tubuh manusia: kepala (ada mata dan otak), leher, lengan dan tangan, kaki-kaki dan sebagainya. “Mata”nya adalah 17 buah kamera: HazCams (8), Navcams (4), MastCams (2), dan masing-masing 1 buah MAHLI, MARDI dan  ChemCam .
“Tangan”nya   dilengkapi berjenis bor, termasuk Penge- bor Debu (Powder Acquisition Drill System/PADS), pem- bersih debu (Dust Removal /DRT), sekop tanah, kamera untuk pengambilan foto-foto close-up (Mars Hand Lens Imager/MAHLI), dan Mars Descent Imager/MARDI dan dua buah instrumen untuk mendeteksi apakah Mars pernah mempunyai habitat yang mendukung kehidupan setingkat mikroba. Alat lain dapat mendeteksi adanya bebatuan atau mineral yang mengalami perubahan struktur kimiawi karena terdadah ke unsur hygrogen (dalam segala bentuknya, misal- nya senyawa air), sedangkan alat lainnya dirancang untuk mendeteksi  keberadaan  senyawa  karbon  (organik),  salah satu unsur utama kehidupan.
Pada MAST (= tiang) yang dapat menjulang ke atas sampai ketinggian  2.1  mtr  di  atas  tanah  terdapat  “leher”  dan “kepala” dengan 2 bh instrumen pengindraan jarak jauh: Mastcam untuk mendapatkan gambaran stereofonik dari permukaan tanah (terrain) di sekitar serta material yang di- kumpulkan oleh “tangan”; dan kamera ChemCam yang de- ngan tembakan sinar lasernya dapat menguapkan bebatuan pada jarak sampai sejauh 9 mtr dari posisi rover, dan dari uapnya dapat menganalisa dari elemen apa bebatuan itu terbentuk (lihat juga gambar di halaman 1 bawah).


Pada gambar juga bisa dilihat instrument yang diindikasikan sebagai REMS (Remote Enivironmental Monitoring System), yang terdiri dari beberapa instrument untuk mengukur pa- rameter lingkungan di Mars: kelembaban, tekanan, suhu, kecepatan angin dan radiasi ultra violet (kalaupun semua itu ada dan terdeteksi) yang merupakan partisipasi dari Ke- menterian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Spanyol dan Lembaga Meteorologi Finlandia.
Hazcams (Hazard avoidance cameras) terdiri dari 4 pasang kamera: 2 di depan dan 2 di belakang — untuk menghindari ancaman  keselamatan    pada  penjelajahan  Curiosity  serta pengarahan “tangan” robotik, terutama terhadap kemung- kinan benturan  fatal dengan bebatuan pada  APXS dan MAHLI yang berada di “ujung  terdepan” tangan itu. Kamera bekerja dengan memanfaatkan cahaya seadanya untuk  menangkap  gambaran  stereoskopik  dan  3-D  de- ngan cakupan 1200 sampai  sejauh 3 mtr.
APXS (Alpha Particle X-ray Spectrometer) dipakai untuk menganalisa dan memetakan spektrum sinar X yang di”pancar”kan sampel bebatuan untuk menentukan kom- posisi dari elemen-elemen yang dikandung sampel tersebut.


Yang   juga   menarik   untuk   diamati   adalah   unit   RTG (Radioisotop thermoelectric Generator) yang merupakan generator  berbasis  Radioisotope  power  systems  (RPS) yang   menghasilkan   listrik   dari   proses   pembusukan (decay)   alamiah   (non   fission   =   tanpa   reaksi   fissi/ pembelahan) dari Putonium-239. Panas yang dihasilkan dalam  proses  pembusukan  isotop  ini  dikonversi  jadi tenaga  listrik  lewat  proses  thermocoupling,  yang  dapat mencatu listrik secara konstan 24 jam sehari di sepan- jang musim. Produk samping proses ini berupa kelebihan panas disalurkan lewat pipa sebagai penghangat dibagian- bagian yang membutuhkan, mengingat suhu lingkungan di kawah Gale yang berkisar antara +30 sampai −1270 C.
RTG menggunakan 4.8 kg bahan bakar plutonium-238 diox- ide yang dipasok US Dept. of Energy (PLN AS), yang dikemas dalam 32 kubus seukuran ≈20 cm3,   dan dirancang untuk menghasilkan listrik 125 watt dari sekitar 2000 watt thermal power di awal misi. Output ini akan berkurang sepanjang masa pembusukan bahan bakar–nya, yang diperkirakan dalam waktu setidaknya 14 tahun outputnya tinggal sekitar
100 watt.
RTG  menghasilkan 9 MJ (= 2.5 kilowatt jam) per hari, yang digunakan  untuk  meng-charge  2  buah  batere  lithium-ion berkapasitas 2x 24 AH untuk memenuhi kebutuhan operasi seluruh peralatan yang ada.
Perangkat  COMM:  Curiosity  dilengkapi  perangkat  alkom berupa   X-Band Transceiver untuk komunikasi langsung de- ngan  Bumi,    dan    perangkat  UHF  berbasis  SDR/Software Defined  Radio  yang  dikembangkan  sendiri  oleh  JPL  yang sinyalnya direlay salah satu dari Mars orbiters (Odyssey atau Reconnaissance,  satelit  komunikasi  yang  mengorbit  Mars untuk  mem-back-up  komunikasi  berbagai  rovers  sebelum Curiosity  (Spirit/Opportunity  —  ex  tahun  2004,  Sojourner/ Mars Pathfinder — ex tahun 1997). Untuk ini Curiosity dileng- kapi 2 antena UHF, salah satunya ber-Gain tinggi untuk ko- munikasi langsung dengan Bumi. Data transfer antara Curi- osity dengan kedua orbiter bisa menca-
pai kecepatan (masing-masing) 2 Mbps dan 256 kbps,  tapi Curiosity hanya bisa menjalin komunikasi maksimum 8 menit dalam sehari dengan masing- masing orbiter ■


Bayangan Masthead pada foto yang dibuat dengan Navcam pada Sol 2 (8 Aug. 2012)



Foto berjudul “Good morning, Mars” di sebelah juga diambil dengan kamera Navcam, dan juga pada hari kedua ke- beradaan  Curiosity  di  permukaan  Mars  (= Sol 2 = 07:11:08 UTC, 8/8-2012).
Foto kelihatan “temaram” karena intensitas pencahayaan matahari di Mars yang hanya setara dengan SEPARUH dari pencahayaan di permukaan Bumi. Foto diambil pada siang menjelang  sore  hari  “waktu”  Mars  (=  pagi hari    di    Pusat    Mars    Science    Labora- tory (MSL)./JPL di Pasadena, CA)


Saturday, 2 June 2012

14 May 2012, 03:01 UTC Expedition-31 to ISS blast off ….

14 May 2012, 03:01 UTC Expedition-31 to ISS blast off ….

Pengantar:
Entah karena kebetulan, entah karena memang sudah diatur sebelumnya, Expedition 31 mencatat rekor tersendiri: ke enam crew-nya adalah AMATIR RADIO, masing-masing Komandan Oleg Kononenko (Russia), Flight engineers Andre Kuipers   (Belanda),   Don   Pettit   (AS),   Gennady   Padalka (Russia), Joseph “Joe“Acaba (AS) dan Sergei Renin (Russia).
Lancar dan suksesnya peluncuran (sampai docking di ISS) Soyus TMA-04M ini seakan jadi pelipur lara bagi industri dirgantara Russia, yang baru seminggu sebelumnya dirun- dung duka dengan jatuhnya SUKHOI Superjet 100 andalan mereka di Gng Salak, Bogor - yang sampai saat-saat akhir proses penyuntingan e-QSP edisi ini masih diliputi kesimpang siuran tentang apa sebenarnya yang menjadi sebabnya [Ed.}

Selasa  14  Mei  2012  jam  07.01  waktu  setempat
(03 :01 UTC) dari Kosmodrome Baikonur wahana angkasa Soyus TMA-04M   dengan 3 orang awaknya be- rangkat ke setasiun angkasa antarbangsa ISS (International Space Station), untuk bergabung dengan Ekspedisi 31 yang sebagian sudah berangkat duluan pada 27 April 2012 dengan wahana Soyuz TMA 03M/22.
Awak ekspedisi 31 selengkapnya:
Larik depan: Komandan Oleg Kononenko (kanan), dan flight engineer Gennady Padalka, keduanya dari Russia.
Larik belakang: ki‐ka astronaut NASA Joe Acaba, kosmonot Sergei Revin, astronaut ESA/European Space Agency Andre Kuipers dan astronaut NASA Don Pettit (semuanya flight engi neers.) [Photo credit: NASA]                                                        
Awak Ekspedisi 31 yang berangkat kali ini adalah as- tronaut NASA   Joe Acaba KE5ADR,   kosmonot   Gen- nady Padalka RN3DT dan Sergei Revin RN3BS.
Bagi Padalka (lahir 21 Juni 1958, terpilih jadi kosmonot sejak 1989) ini adalah untuk ketiga kalinya dia menghuni ISS. Sebelumnya, “jam terbang” sebagai kosmonot (total sudah 585 hari di ruang angkasa) di- awalinya dengan menumpang Soyus TM-28 yang mem- bawanya untuk mengawaki stasiun angkasa MIR (= Peace)  selama  6  bulan  (Agustus  1998  –  Februari 1999). Diperhitungkan selepas tugasnya sebagai Flight Engineer   di ekspedisi 31 kali ini, total ”jam” — atau lebih pasnya ”hari” terbangnya akan mencapai 700+ hari, yang menempatkannya di peringkat 4 dalam daf- tar angkasawan dengan hari terbang tertinggi yang tercatat sampai 2012.
Pada 1 Juli 2012 nanti Padalka mengakhiri tugasnya sebagai awak Ekspedisi 31, dan “naik pangkat” men- jadi komandan Ekspedisi 32, sesudah kelompok awak ekspedisi 31 sebelumnya yang terdiri dari Komandan Oleg Kononenko RZ6AZW , Don Pettit KD5DMT (NASA) dan Andre Kuipers PI9ISS (ESA/European Space Agency) kembali ke bumi dengan wahana Soyuz TMA-03M yang sebelumnya mengantar mereka ke ISS. Bagi Padalka ini adalah “pengulangan” dari pengalamannya sebagai Komandan Ekspedisi 9 di tahun 2004. Bagi  Flight  engineer  Sergei  Revin  (lahir  12  Januari, 1966)  penerbangan  pertamanya  ke  ISS  ini  adalah akhir dari penantian panjang sejak terpilih jadi kos- monot di tahun 1996. Sebelum direkrut untuk jadi kos- monot, Sergei menapaki jenjang karir   pada berbagai bidang engineering di RSC Energia (NASA-nya Russia). Pada penerbangan perdananya ini dia menjadi co-pilot di Soyus TMS-04M dan Flight engineer di Ekspedisi 31 (dan 32 kemudian).
Astronout NASA Joseph Joe Acaba (lahir 17 Mei, 1967) yang terpilih jadi astronot pada tahun 2004 adalah seorang Master Degree di bidang Geology, dan pernah berdinas sebagai Sersan di US Marine Corps setelah sebelumnya selama 4 tahun sempat jadi guru di seko- lah setingkat SMP dan SMA.
Maret 2009 Joe terbang sebagai Mission Specialist pada misi STS-119 di Space Shuttle Discovery, dan seperti juga rekan Russianya Sergei Revin, Joe Acaba akan bertugas sebagai Flight engineer pada Eskpeditsi
31 dan 32.
Wahana angkasa Soyuz TMA-04M dan missinya:

TMA‐04M adalah  versi terakhir  (2012)  dari serie wahana ulang‐alik SOYUS yang dari waktu ke waktu bisa dimodifi‐ kasi (didaur ulang) un‐ tuk disesuaikan dengan kebutuhan dan misi yang     diemban     para
awaknya, yang biasanya terdiri dari para kosmonot ataupun astronot dari berbagai negeri asal.
SOYUS dirancang dan digunakan Russian Federal Space Agency ENERGIA  khusus  untuk  membawa  penumpang manusia, dan pada saat ini dikhususkan bagi perjalanan ulang‐alik ke setasiun angkasa antar bangsa ISS.
Tampak  luar  Soyuz‐TMA  memang  terlihat  identik  de‐ ngan Soyuz‐TM dari generasi sebelumnya, tapi di sam‐ ping dilengkapi dengan "glass cockpit". interiornya me‐ mungkinkan TMA meng‐akomodir awak yang berpostur lebih tinggi  dengan kursi (couches) rancangan baru yang lebih ergonomis dan nyaman untuk diduduki para awak dalam kondisi zero G itu.
Expedition 31 Crew Docks at the ISS
Hari Kamis 17 Mei 2012 jam 12:36 a.m. EDT (= 08:36 UTC) wahana angkasa Soyuz TMA-04M dengan awak Ekspedisi 31 merapat (docking) ke modul Poisk di ISS, sesudah menyelesaikan penerbangan selama kurang lebih 3 hari sejak keberangkatan dari Kosmodrome Baikonur. Mereka disambut oleh Komandan Ekspedisi Oleg Kononenko serta Flight Engineers Don Pettit dan Andre Kuipers yang sudah mendahului menghuni ISS sejak bulan April tahun ini.
Docking ini terjadi persis di hari ultah Joe Acaba yang ke 45, dan merupakan kunjungannya yang kedua ke ISS (seperti disebut di depan pada Maret 2009 Acaba mengunjungi ISS sebagai mission specialist bagi misi STS-119).

Bulan Juli 2012 Ekspedisi 32 akan dilengkapi dengan bergabungnya Flight Engineers Sunita Williams (pemegang rekor hari terbang terlama bagi angkasa- wati  dengan  195  hari), kosmonot  Yuri  Malenchenko dan Akihiko Hoshide KE5DNI (astronout Jepang dari- JAXA, Japan Aerospace Exploration Agency yang di”titip”kan ke NASA), yang dijadwalkan akan menghu- ni ISS sampai September 2012.

B R E A K I N G  N E W S

Hari Selasa 22/05-2012 jam 07:44 UTC roket Falcon 9 setinggi 48.1 mtr buatan SpaceX (Space Exploration Technologies  Corp.)  dari Hawthorne, CAL mengukir se- jarah sebagai roket antariksa pertama yang dibuat dan diluncurkan oleh fihak swasta meluncur meninggalkan landasan Cape Canaveral, FLA menuju stasiun ISS, dengan membawa kapsul kargo DRAGON (yang juga buatan SpaceX) yang berisi lebih dari 0.5 ton lojistik (a.l. suplai makanan dan pakaian bagi para awak ISS serta  15  “proyek”  eksperimen  dari    Student  Space flight Experiments Program dari SMU-SMU di berbagai Negara.

Di saat-saat NASA mengalami pemotongan anggaran riset dan operasional  besar-besaran (sampai terpaksa menunda atau membatalkan berbagai misi dan meng- PHK-kan ribuan pegawainya), kehadiran SpaceX bak “penyelamat muka” industri (dan teknoloji) dirgantara AS yang belakangan ini memang agak kedodoran


SpaceX didirikan dan diotaki oleh wirausahawan muda Elon Musk (lahir di Pretoria/ZS‐land   pada   28   Juni 1971)  dan  mengantongi BSc (Physics) dan BA Eco‐ nomics   dari University   of Pennsylvania.
Bakat dan latar pendidikan di bidang Fisika dan ilmu Ekonomi membawanya sebagai perintis, pengembang dan pemilik berbagai perusahaan di berbagai bidang yang tidak terlalu jauh dari kedua latar belakangnya, yaitu SpaceX (industri dir‐ gantara), Solar City (pembangkit listrik tenaga surya), Tesla Motor (mobil sport berdapur pacu hybrid maupun full electric) dan PayPal (institusi pelayanan transaksi keuangan non Bank terbesar di dunia) —  yang membuat Musk diramalkan bisa membukukan net revenue sebesar USD 2B di tahun 2012 ini.
Pagi hari Jum’at 25/05 (waktu Amerika Timur/EDT) Dragon merapat ke docking port di modul Harmony dari ISS (silah amati prosesnya di foto berikut).

Awak ISS berhasil “menangkap” pesawat kargo SpaceX Dragon pada jam 9:56 a.m. EDT dengan lengan robot (robotic arm) buatan Kanada: Cana‐ darm, yang kemudian menggandengnya mera‐ pat ke modul Harmony dari ISS tepat 3 jam ke‐ mudian untuk ”membongkar muatan” .
Sabtu pagi awak ISS membuka pintu kompartemen kargo dari Dragon untuk ramé-ramé memunggah mua- tannya, untuk kemudian memuatinya kembali dengan sampah bekas pakai dan barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi  di ISS.
Kompartemen kargo di dalam Dragon

Rabu 30/05 malam pintu-pintu Dragon ditutup, dan Kamis 31/05 pagi Canadarm menarik lepas Dragon dari modul Harmony dan mendorongnya ke ”landasan pelepasan”, serta melepasnya untuk mengawali pener- bangan baliknya ke bumi.
Diperlukan kira-kira 4 jam bagi Dragon untuk meng- ikuti garis orbit turun memasuki atmosfir bumi, dan 1/2 jam proses kritis (ber ”gesekan” dengan atmosfir dengan kecepatan tinggi akan membuat suhu di per- mukaan eksteriornya meningkat tinggi) sebelum men- capai ketinggian (dan kecepatan) “yang aman” untuk ‘nyemplung di Pacific, di satu titik kira-kira 250 miles sebelah barat pantai California selatan.

Jum’at pagi 01/06 sekitar jam 8:42 AM waktu Pacific (= 11:42 AM EDT = 07:42 AM UTC) dilaporkan Dragon menyelesaikan misinya dengan selamat dengan mencebur lembut di Pacific (foto bawah).


Hari itu juga pada jam 11:00 AM Pacific (= 2:00 PM Eastern = 10:00 AM UTC) CEO dan Chief Designer SpaceX Elon Musk bersama dengan NASA Space Sta- tion Program Manager Mike Suffredini dan NASA COTS (Commercial Orbital Transportation Services) Program  Manager Alan Lindenmoyer dalam sebuah konperensi pers yang digelar untuk berbincang-bincang tentang misi yang untuk pertama kalinya dilakukan oleh dan dengan peran serta sepenuhnya dari fihak swasta.
(Sampai saat ini hanya lima Negara yaitu AS, Russia, Jepang,  Cina,  dan  Negara-Negara  yang  tergabung dalam ESA/European Space Agency yang sanggup dan berhasil mengatasi tantangan (tehnis dan finansial) dalam proyek-proyek eksplorasi ruang angkasa seperti ini) …. ■
Catatan : EDT = Eastern Daylight Time = UTC +4